• Kirim Artikel
  • Login
Indomuria.com
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Jawa Tengah
    • Jepara
    • Kudus
    • Nasional
    • Pati
    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

    Edy Wuryanto: Penutupan Ritel Mendadak Berisiko Tingkatkan Pengangguran dan Masalah Sosial

    DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

    DPRD Pati Pastikan Pembangunan Desa 2026 Lebih Berkualitas dan Transparan

    DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

    Kasus Kekerasan Seksual Jadi Perhatian DPRD Pati, Pengawasan Pesantren Diminta Diperkuat

    DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

    DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

    DPRD Pati Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Pelestarian Budaya Lokal

    DPRD Pati Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Lewat Fungsi Pengawasan dan Anggaran

    Komisi C DPRD Pati Minta Infrastruktur Disesuaikan Kebutuhan Wilayah

    Trending Tags

    • Budaya
    • Desa
    • Gagasan
    • Info
    • Kuliner
    • Local Pride
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Sportainment
    • Traveling
    • Beranda
    • Berita
      • All
      • Jawa Tengah
      • Jepara
      • Kudus
      • Nasional
      • Pati
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

      Edy Wuryanto: Penutupan Ritel Mendadak Berisiko Tingkatkan Pengangguran dan Masalah Sosial

      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      DPRD Pati Pastikan Pembangunan Desa 2026 Lebih Berkualitas dan Transparan

      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      Kasus Kekerasan Seksual Jadi Perhatian DPRD Pati, Pengawasan Pesantren Diminta Diperkuat

      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      DPRD Pati Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Pelestarian Budaya Lokal

      DPRD Pati Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Lewat Fungsi Pengawasan dan Anggaran

      Komisi C DPRD Pati Minta Infrastruktur Disesuaikan Kebutuhan Wilayah

      Trending Tags

      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling
      No Result
      View All Result
      Indomuria.com
      No Result
      View All Result
      Home Berita Nasional

      Edy Wuryanto: Penurunan 93 Persen Kasus Campak Jangan Bikin Lengah

      Redaksi by Redaksi
      2 April 2026
      in Nasional
      Reading Time: 3 mins read
      0
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

      Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto

      224
      VIEWS
      Share on FacebookShare on Whatsapp

      JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan bahwa angka penurunan kasus campak hingga 93 persen yang diumumkan pemerintah tidak boleh membuat berbagai pihak menjadi lengah.

      Pada awal tahun ini, tercatat terdapat 2.220 kasus campak yang dilaporkan. Menurutnya, pencapaian penurunan kasus tersebut perlu diinterpretasikan dengan kritis mengingat tren penurunan cakupan imunisasi dasar selama beberapa tahun belakangan.

      Edy mengakui bahwa pemerintah telah menunjukkan tanggapan dalam penanganan campak, terutama melalui peningkatan sistem pelaporan dan program imunisasi kejar.

      Namun, politikus dari fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah permasalahan mendasar yang belum terselesaikan secara tuntas.

      “Penurunan kasus ini tidak serta-merta mencerminkan kondisi aman. Justru kita harus jujur melihat bahwa cakupan imunisasi dasar kita sempat turun dan tidak mencapai target. Ini yang menjadi akar masalah,” tutur Edy.

      Menurut Edy, terjadinya lonjakan kasus campak hingga angka 2.220 merupakan dampak langsung dari melemahnya sistem imunisasi nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

      Salah satu bukti nyatanya adalah tidak optimalnya pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela. Sebagai contoh, data September 2022 menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi Campak-Rubela dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) hanya mencapai 87,7 persen secara nasional.

      Pada saat itu, tidak ada satu daerah pun di luar Jawa-Bali yang berhasil mencapai target 90 persen. Di wilayah Jawa-Bali sendiri, Jawa Tengah dan Jawa Barat belum mampu memenuhi target 95 persen. Kondisi ini memang diperparah oleh kemerosotan cakupan vaksinasi pada masa pandemi Covid-19.

      “Meningkatnya insidensi campak belakangan ini adalah akibat kelalaian dalam pelaksanaan program vaksinasi yang tidak mencapai target. Pada periode 2019 hingga 2021 tercatat sekitar 1,7 juta bayi tidak memperoleh imunisasi lengkap. Ini jelas menciptakan kerentanan besar di masyarakat,” ujarnya.

      Lonjakan kasus campak bukan merupakan kejadian baru. Tahun 2022 mencatat kenaikan kasus hingga 30 kali lipat dibandingkan tahun 2021, yaitu sebanyak 4.800 kasus.

      Kemudian pada tahun 2023, jumlah kasus campak melonjak menjadi 10.600 kasus. Pada tahun yang sama juga telah muncul rekomendasi untuk melaksanakan imunisasi tambahan dengan tujuan mengeliminasi kasus campak sepenuhnya. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa pada tahun tersebut terjadi lonjakan kasus yang begitu signifikan.

      Edy menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari tidak maksimalnya pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian penyakit menular di negara ini belum dikelola dengan konsisten dan berkelanjutan.

      “Dari polanya sudah terlihat, penuruanan vaksinasi akan membuat lonjakan jumlah penyakit. Ini harusnya dapat diantisipasi,” tuturnya.

      Selanjutnya, Edy mengkritisi bahwa pendekatan penanganan campak saat ini masih bersifat reaktif, yaitu fokus pada penanganan setelah kasus muncul, bukan pada upaya pencegahan yang dilakukan secara proaktif di lapangan.

      “Mestinya vaksin campak mudah dilaksanakan, terutama pada keluarga atau kontak erat dengan penderita sebagai langkah preventif untuk memutus rantai penularan,” tuturnya.

      Legislator yang mewakili Dapil Jawa Tengah III ini mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan program imunisasi massal sebagai satu-satunya solusi. Selain itu, perlu juga diperkuat sistem pencegahan yang berbasis komunitas.

      Beberapa langkah yang disarankan antara lain mempercepat proses pemulihan cakupan imunisasi dasar, memperkuat kembali pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), serta meningkatkan upaya deteksi dini kasus campak di fasilitas layanan kesehatan primer. Selain itu, diperlukan edukasi publik yang masif untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin.

      “Adanya isu terkait vaksin atau ada antivaksin, harus disikapi serius. Harus tegas dengan hal seperti ini,” sarannya.

      Selain itu, Edy menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa program imunisasi berjalan dengan efektif, termasuk dari sisi alokasi anggaran serta pelaksanaan di tingkat lapangan.

      “Penanganan campak tidak boleh reaktif dan musiman. Harus ada konsistensi kebijakan dan pengawasan. Kalau tidak dibenahi dari sekarang, potensi kejadian serupa akan terus berulang,” kata Edy.

      Editor: fatwa

      Tags: CampakEdy Wuryanto
      Previous Post

      Ribuan Kasus THR Masih Tertunda, Edy Wuryanto Minta Perubahan Sistem Penegakan Hukum

      Next Post

      Tanggapi Protes Warga, DPUTR Pati Pastikan Jalan Kayen Diperbaiki Total Tahun Ini

      Redaksi

      Redaksi

      Mungkin Anda Suka

      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas
      Nasional

      Edy Wuryanto: Penutupan Ritel Mendadak Berisiko Tingkatkan Pengangguran dan Masalah Sosial

      27 Mei 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas
      Nasional

      Edy Wuryanto Dorong Penerapan Sistem One Health Hadapi Tangani Ancaman Hantavirus

      10 Mei 2026
      Soroti PKWT dan Outsourcing, Edy Wuryanto Dorong Aturan Ketenagakerjaan yang Adil
      Nasional

      Soroti PKWT dan Outsourcing, Edy Wuryanto Dorong Aturan Ketenagakerjaan yang Adil

      29 April 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas
      Nasional

      Nasib Eks Karyawan PT Merpati Nusantara AirlinesTerkatung-Katung, Edy Wuryanto Desak Pemerintah Segera Intervensi

      17 April 2026
      Edy Wuryanto Dukung Kebijakan Pasokan Bahan Baku MBG dari Usaha Rakyat di Perpres 115/2025
      Nasional

      Edy Wuryanto: Keberhasilan MBG Bukan Soal Jumlah Anggaran, tapi Ketepatan Penggunaan

      13 April 2026
      Edy Wuryanto Dorong Negara Lindungi Pekerja Rentan, Usul Manfaatkan Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan
      Nasional

      Edy Wuryanto Dorong Negara Lindungi Pekerja Rentan, Usul Manfaatkan Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan

      10 April 2026
      Next Post
      Tanggapi Protes Warga, DPUTR Pati Pastikan Jalan Kayen Diperbaiki Total Tahun Ini

      Tanggapi Protes Warga, DPUTR Pati Pastikan Jalan Kayen Diperbaiki Total Tahun Ini

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

      Recent News

      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

      Edy Wuryanto: Penutupan Ritel Mendadak Berisiko Tingkatkan Pengangguran dan Masalah Sosial

      27 Mei 2026
      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      DPRD Pati Pastikan Pembangunan Desa 2026 Lebih Berkualitas dan Transparan

      20 Mei 2026
      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      Kasus Kekerasan Seksual Jadi Perhatian DPRD Pati, Pengawasan Pesantren Diminta Diperkuat

      20 Mei 2026
      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      DPRD Pati Bahas Perubahan Propemperda 2026, Fokus Penataan Regulasi Desa

      20 Mei 2026
      Indomuria.com

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Read Us

      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Desclaimer
      • Kebijakan Privasi
      • Pedoman Media Siber
      • Kirim Artikel

      Follow Us

      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Berita
      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In