• Kirim Artikel
  • Login
Indomuria.com
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Jawa Tengah
    • Jepara
    • Kudus
    • Nasional
    • Pati
    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

    Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

    DPRD Pati Dorong Pembenahan Pasar Tradisional: Layak dan Nyata Demi Gerakkan Ekonomi Rakyat

    Ketua Fraksi PKS DPRD Pati Narso

    Target Pilkades Serentak Maret 2027, Komisi A DPRD Pati Kawal Penyelesaian Regulasi

    DPRD Pati Dorong Sanksi Tegas Usai Temuan Bakteri pada MBG Gembong

    Tinggal 25 Hari Menuju Porprov Jateng XVII, DPRD Pati Minta Atlet Fokus dan Siap Raih Prestasi

    Pendidikan Politik bagi Pelajar, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Peran Aktif Pemuda

    Kebakaran TPS Plosojenar, DPRD Pati Soroti Keterbatasan Mobil Suplai Air dan Akses Lokasi

    Trending Tags

    • Budaya
    • Desa
    • Gagasan
    • Info
    • Kuliner
    • Local Pride
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Sportainment
    • Traveling
    • Beranda
    • Berita
      • All
      • Jawa Tengah
      • Jepara
      • Kudus
      • Nasional
      • Pati
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

      Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

      DPRD Pati Dorong Pembenahan Pasar Tradisional: Layak dan Nyata Demi Gerakkan Ekonomi Rakyat

      Ketua Fraksi PKS DPRD Pati Narso

      Target Pilkades Serentak Maret 2027, Komisi A DPRD Pati Kawal Penyelesaian Regulasi

      DPRD Pati Dorong Sanksi Tegas Usai Temuan Bakteri pada MBG Gembong

      Tinggal 25 Hari Menuju Porprov Jateng XVII, DPRD Pati Minta Atlet Fokus dan Siap Raih Prestasi

      Pendidikan Politik bagi Pelajar, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Peran Aktif Pemuda

      Kebakaran TPS Plosojenar, DPRD Pati Soroti Keterbatasan Mobil Suplai Air dan Akses Lokasi

      Trending Tags

      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling
      No Result
      View All Result
      Indomuria.com
      No Result
      View All Result
      Home Berita Nasional

      Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

      Redaksi by Redaksi
      1 Oktober 2026
      in Nasional
      Reading Time: 4 mins read
      0
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

      Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto

      202
      VIEWS
      Share on FacebookShare on Whatsapp

      JAKARTA – Tambahan dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan dinilai perlu diikuti langkah pembenahan yang lebih menyeluruh agar keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat terjaga. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengapresiasi keputusan pemerintah tersebut, namun mengingatkan agar kebijakan itu tidak hanya menjadi solusi sementara.

      Menurut Edy, dukungan anggaran dari pemerintah menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan layanan JKN. Tambahan dana tersebut diharapkan dapat membantu BPJS Kesehatan memenuhi kewajiban pembayaran sekaligus menjaga masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan.

      “Pertama, tentu kita apresiasi cairnya Rp20 triliun. Ini menunjukkan komitmen Presiden terhadap perbaikan layanan. Ini penting dan memang harus kita akui,” ujar Edy.

      Di saat yang sama, ia menilai persoalan JKN tidak berhenti pada kemampuan BPJS Kesehatan memenuhi pembayaran kepada fasilitas kesehatan. Kualitas pelayanan dari tingkat pertama hingga fasilitas rujukan juga perlu diperbaiki secara bersamaan.

      Edy mengatakan peningkatan mutu pelayanan membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga. Dengan demikian, tambahan pembiayaan yang diberikan pemerintah tidak hanya berdampak pada aspek keuangan BPJS Kesehatan, tetapi juga berujung pada peningkatan layanan yang diterima peserta.

      Menurut dia, pemerintah juga perlu mulai memikirkan kebutuhan pembiayaan JKN untuk beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dan kenaikan biaya kesehatan membuat perencanaan pembiayaan tidak bisa hanya disusun untuk memenuhi kebutuhan satu tahun anggaran.

      “Pemerintah juga harus memikirkan 2027, 2028, dan seterusnya,” ujarnya.

      Edy menilai kondisi keuangan JKN saat ini menunjukkan pentingnya perencanaan tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan BPJS Kesehatan, penerimaan iuran telah mencapai Rp118 triliun. Pada saat yang sama, pembayaran manfaat pelayanan kesehatan mencapai Rp132 triliun.

      Dengan angka tersebut, terdapat selisih sekitar Rp14 triliun antara penerimaan iuran dan pembayaran manfaat. Tambahan dana pemerintah sebesar Rp20 triliun dapat memberikan ruang bagi BPJS Kesehatan untuk menjaga keberlangsungan pembayaran kepada fasilitas kesehatan.

      Namun, Edy mengingatkan agar tambahan anggaran tidak hanya digunakan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan yang terjadi saat ini. Menurutnya, perlu ada langkah yang lebih mendasar untuk memperkuat struktur pembiayaan JKN.

      Salah satu opsi yang perlu dikaji adalah penyesuaian iuran. Edy mendorong pemerintah menghitung kebijakan tersebut secara hati-hati dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan kemampuan masyarakat dari berbagai kelompok peserta.

      “Harus dihitung dengan cermat. Jangan sampai masyarakat dibebani, sementara kemampuan membayar dan kondisi ekonomi mereka tidak diperhatikan,” tegasnya.

      Selain persoalan besaran iuran, Edy juga meminta pemerintah menjelaskan secara rinci mengenai skema pemanfaatan tambahan Rp20 triliun tersebut. Ia mempertanyakan apakah dana itu sepenuhnya digunakan untuk membantu menutup kebutuhan pembiayaan BPJS Kesehatan atau berkaitan dengan kebijakan iuran peserta tertentu.

      Hal tersebut menjadi relevan karena Menteri Keuangan menyebut tambahan dana tersebut berkaitan dengan pembiayaan bagi 96,8 juta peserta. Edy menilai masyarakat perlu mendapatkan kejelasan apabila dana tersebut nantinya ditempatkan dalam skema penyesuaian iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

      “Dalam kondisi ekonomi seperti ini, kalau penyesuaian iuran dilakukan pada segmen PBI, yang membayarkan adalah pemerintah. Tetapi desainnya harus jelas, apakah ini memang penyesuaian iuran atau hanya bantuan untuk menutup kekurangan pembiayaan,” katanya.

      Bagi Edy, kejelasan desain kebijakan akan menentukan apakah tambahan anggaran tersebut hanya menyelesaikan persoalan pembiayaan dalam satu periode atau menjadi bagian dari solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

      Jika hanya berupa suntikan dana, persoalan pembiayaan dapat kembali muncul pada tahun berikutnya. Sebaliknya, apabila pemerintah memasukkannya ke dalam skema pembiayaan iuran, kebutuhan anggaran untuk keberlangsungan JKN dapat dirancang dengan lebih terukur.

      Edy juga mengingatkan bahwa keberlanjutan JKN tidak seharusnya hanya mengandalkan APBN. Prinsip gotong royong yang menjadi salah satu dasar penyelenggaraan program perlu diperkuat melalui kepesertaan aktif dan kepatuhan pembayaran iuran.

      Dalam hal ini, ia menyoroti sekitar 52 juta peserta JKN yang masih berstatus tidak aktif. Pemerintah, menurut Edy, perlu mencari cara untuk mendorong peserta tersebut kembali aktif sehingga basis kepesertaan JKN semakin kuat.

      Persoalan peserta mandiri kelas III yang memiliki tunggakan iuran juga perlu mendapat penanganan. Edy meminta pemerintah tidak semata-mata mengedepankan mekanisme penagihan, tetapi turut mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat yang mengalami kesulitan.

      “Jangan sampai masyarakat yang sedang kesulitan ekonomi justru kehilangan akses terhadap jaminan kesehatan,” ujar Edy.

      Ia menilai tantangan penyelenggaraan JKN masih cukup kompleks. Tambahan dana bagi BPJS Kesehatan memang menjadi langkah penting, tetapi menurutnya masih terdapat pekerjaan lain yang perlu diselesaikan, terutama menyangkut kualitas pelayanan dan keberlanjutan pembiayaan.

      Karena itu, pemerintah perlu memperhatikan seluruh ekosistem JKN, termasuk peserta, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan. Mereka merupakan bagian yang saling berkaitan dalam memastikan program JKN berjalan dengan baik.

      “Fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang merupakan mitra dalam JKN ini juga harus dipedulikan,” pungkasnya.

      Editor : Fatwa

      Tags: BpjsEdy WuryantoJkn
      Previous Post

      DPRD Pati Dorong Pembenahan Pasar Tradisional: Layak dan Nyata Demi Gerakkan Ekonomi Rakyat

      Redaksi

      Redaksi

      Mungkin Anda Suka

      Edy Wuryanto Dorong Negara Lindungi Pekerja Rentan, Usul Manfaatkan Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan
      Nasional

      Edy Wuryanto: PPDS Berbasis RS Harus Melengkapi Universitas, Jangan Cukup Dokter, Perawat Juga Perlu Perhatian

      4 September 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan
      Nasional

      DTSEN Jangan Jadi Jebakan Data, Edy Wuryanto Peringatkan Salah Desil Bisa Cabut Hak Kesehatan Warga Miskin

      27 Agustus 2026
      PHK Tokopedia Jadi Alarm Pentingnya Perlindungan Pekerja, Edy Wuryanto Minta Satgas Bekerja Menyeluruh
      Nasional

      Edy Wuryanto Minta APBN 2027 Perkuat Pembiayaan JKN

      19 Agustus 2026
      Edy Wuryanto Dukung Kebijakan Pasokan Bahan Baku MBG dari Usaha Rakyat di Perpres 115/2025
      Nasional

      Edy Wuryanto Soroti Sistem Rujukan Usai Pasien BPJS Meninggal Setelah Tunggu 8 Jam di IGD

      8 Agustus 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas
      Nasional

      Edy Wuryanto: Negara Harus Bertindak Sebelum Gelombang PHK Terjadi

      28 Juli 2026
      Edy Wuryanto: Jangan Jadikan Kenaikan Iuran Sebagai Satu-Satunya Solusi Masalah JKN
      Nasional

      Edy Wuryanto: Penentuan SPPG MBG Wajib Berbasis Data Valid, BGN Diminta Libatkan Pemda dalam Pengawasan

      26 Juli 2026

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

      Recent News

      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

      Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

      1 Oktober 2026

      DPRD Pati Dorong Pembenahan Pasar Tradisional: Layak dan Nyata Demi Gerakkan Ekonomi Rakyat

      30 September 2026
      Ketua Fraksi PKS DPRD Pati Narso

      Target Pilkades Serentak Maret 2027, Komisi A DPRD Pati Kawal Penyelesaian Regulasi

      30 September 2026

      DPRD Pati Dorong Sanksi Tegas Usai Temuan Bakteri pada MBG Gembong

      30 September 2026
      Indomuria.com

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Read Us

      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Desclaimer
      • Kebijakan Privasi
      • Pedoman Media Siber
      • Kirim Artikel

      Follow Us

      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Berita
      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In