• Kirim Artikel
  • Login
Indomuria.com
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Jawa Tengah
    • Jepara
    • Kudus
    • Nasional
    • Pati

    Pasca Kasus Keracunan MBG, Ketua DPRD Pati Desak Ketegasan dan Pengawasan Ketat terhadap SPPG

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

    Resmi Dilantik PAW, Moh Setyadi Lengkapi Fraksi Golkar DPRD Pati

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

    Ketua DPRD Pati Apresiasi Penampilan Sendratari Sapi Pragolo di TMII

    Ketua DPRD Pati Apresiasi Penampilan Sendratari Sapi Pragolo di TMII

    Komisi A DPRD Pati Turun Langsung Pantau Penanganan Kebakaran TPS Plosojenar

    Tingkatkan Layanan Air Bersih, Komisi B DPRD Pati Soroti Program Tirta Bening

    Komisi A DPRD Pati Turun Langsung Pantau Penanganan Kebakaran TPS Plosojenar

    Komisi A DPRD Pati Turun Langsung Pantau Penanganan Kebakaran TPS Plosojenar

    Trending Tags

    • Budaya
    • Desa
    • Gagasan
    • Info
    • Kuliner
    • Local Pride
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Sportainment
    • Traveling
    • Beranda
    • Berita
      • All
      • Jawa Tengah
      • Jepara
      • Kudus
      • Nasional
      • Pati

      Pasca Kasus Keracunan MBG, Ketua DPRD Pati Desak Ketegasan dan Pengawasan Ketat terhadap SPPG

      Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

      Resmi Dilantik PAW, Moh Setyadi Lengkapi Fraksi Golkar DPRD Pati

      Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

      Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

      Ketua DPRD Pati Apresiasi Penampilan Sendratari Sapi Pragolo di TMII

      Ketua DPRD Pati Apresiasi Penampilan Sendratari Sapi Pragolo di TMII

      Komisi A DPRD Pati Turun Langsung Pantau Penanganan Kebakaran TPS Plosojenar

      Tingkatkan Layanan Air Bersih, Komisi B DPRD Pati Soroti Program Tirta Bening

      Komisi A DPRD Pati Turun Langsung Pantau Penanganan Kebakaran TPS Plosojenar

      Komisi A DPRD Pati Turun Langsung Pantau Penanganan Kebakaran TPS Plosojenar

      Trending Tags

      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling
      No Result
      View All Result
      Indomuria.com
      No Result
      View All Result
      Home Berita Nasional

      Edy Wuryanto Soroti Sistem Rujukan Usai Pasien BPJS Meninggal Setelah Tunggu 8 Jam di IGD

      Redaksi by Redaksi
      8 Agustus 2026
      in Nasional
      Reading Time: 4 mins read
      0
      Edy Wuryanto Dukung Kebijakan Pasokan Bahan Baku MBG dari Usaha Rakyat di Perpres 115/2025

      Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto

      213
      VIEWS
      Share on FacebookShare on Whatsapp

      JAKARTA – Kasus meninggalnya peserta BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, setelah sebelumnya mengeluhkan waktu tunggu selama delapan jam di IGD mendapat perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto.

      Edy menyampaikan duka cita atas meninggalnya Yurizal. Ia menilai kasus tersebut harus menjadi evaluasi bersama terhadap sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan pasien mendapatkan kepastian penanganan ketika rumah sakit menghadapi keterbatasan kapasitas.

      “Kasus ini harus dilihat secara utuh. Kita tentu berduka atas meninggalnya pasien. Namun yang lebih penting adalah memastikan penyebabnya dipelajari secara objektif agar menjadi pembelajaran nasional dan tidak terulang di tempat lain,” ujar Edy.

      Menurut Edy, keterbatasan tempat tidur atau ruang rawat inap bukan persoalan yang hanya dapat terjadi di satu rumah sakit. Namun, kondisi tersebut harus diantisipasi melalui sistem rujukan yang mampu memberikan solusi kepada pasien secara cepat.

      “Bila ruang rawat tidak tersedia, sistem harus segera bekerja mencarikan solusi melalui mekanisme rujukan yang cepat, terkoordinasi, dan transparan,” imbuhnya.

      Ia menilai pemerintah perlu melihat persoalan pelayanan kesehatan secara lebih luas. Penambahan fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan dengan perbaikan tata kelola agar keterbatasan kapasitas tidak berujung pada terhambatnya akses pasien terhadap pelayanan.

      Salah satu hal yang didorong Edy adalah percepatan integrasi data mengenai ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara real time. Sistem tersebut diharapkan dapat menghubungkan rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan fasilitas kesehatan rujukan sehingga proses pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang sama.

      Untuk memastikan akar persoalan diketahui, Edy juga meminta adanya audit pelayanan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi secara objektif faktor yang menyebabkan pasien harus menunggu, baik karena kapasitas rumah sakit, koordinasi antarfasilitas kesehatan, prosedur administrasi maupun persoalan tata kelola lainnya.

      “Audit pelayanan bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi menemukan akar masalah. Setiap kasus serius harus menjadi bahan pembelajaran nasional agar menghasilkan perbaikan sistem, bukan sekadar pergantian orang,” ujarnya.

      Selain memperbaiki sistem rujukan, Edy menilai BPJS Kesehatan perlu memperkuat pendampingan peserta di rumah sakit. Salah satunya dengan mengoptimalkan layanan BPJS SATU agar keluhan peserta dapat segera diterima dan ditindaklanjuti.

      “Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal pembiayaan melalui BPJS. Yang lebih penting adalah bagaimana negara mampu membangun sistem yang memberikan kepastian bagi pasien,” ungkapnya.

      Di luar persoalan pelayanan, Edy juga menyoroti sejumlah komentar yang muncul di akun media sosial Yurizal. Beberapa komentar yang berasal dari tenaga kesehatan dan tenaga medis dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kondisi yang sedang dihadapi.

      Meski demikian, Edy mengingatkan agar persoalan tersebut tidak langsung diarahkan sebagai kesalahan personal atau kemudian digunakan untuk menilai seluruh profesi tenaga kesehatan.

      Legislator Dapil Jawa Tengah III itu mengatakan tekanan yang dihadapi tenaga kesehatan saat ini cukup kompleks. Mulai dari keterbatasan jumlah tenaga, tingginya beban kerja, distribusi SDM yang belum merata, persoalan kesejahteraan dan jenjang karier, keterbatasan sarana-prasarana, hingga tekanan psikologis.

      “Kita tidak boleh hanya menuntut tenaga kesehatan untuk selalu kuat, tetapi membiarkan sistem kerja mereka terus berada dalam tekanan. Lingkungan kerja yang sehat akan melahirkan pelayanan yang lebih profesional, lebih empatik, dan lebih berkualitas,” ujarnya.

      Edy juga meminta publik tidak mencampuradukkan komentar tenaga kesehatan di media sosial dengan hubungan profesional antara tenaga kesehatan dan pasien. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan yang memberikan komentar tersebut bukan pihak yang menangani Yurizal secara langsung.

      Menurutnya, perbedaan konteks tersebut penting untuk diperhatikan ketika menentukan bagaimana sebuah persoalan harus disikapi.

      Hubungan profesional antara tenaga kesehatan dan pasien, kata Edy, memiliki aspek etik, disiplin profesi, dan tanggung jawab hukum karena terdapat hubungan pelayanan secara langsung. Sementara komentar tenaga kesehatan lain di media sosial berada dalam ranah interaksi sosial dengan konteks yang berbeda.

      “Perbedaan konteks ini penting agar penanganannya juga tepat. Jangan semua persoalan langsung diposisikan sebagai pelanggaran disiplin profesi,” ujarnya.

      Namun demikian, Edy menekankan bahwa tenaga kesehatan tetap harus mempertimbangkan citra dan kepercayaan publik terhadap profesinya ketika berkomunikasi di ruang digital.

      Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, masyarakat tetap melihat seseorang sebagai dokter atau tenaga kesehatan meskipun yang bersangkutan sedang menggunakan media sosial sebagai individu. Karena itu, penguatan etika komunikasi digital bagi tenaga kesehatan dinilai perlu dilakukan oleh organisasi profesi.

      “Walaupun berkomunikasi sebagai individu di media sosial, masyarakat tetap melihat mereka sebagai dokter atau tenaga kesehatan. Karena itu, organisasi profesi perlu memperkuat pembinaan mengenai etika komunikasi digital. Di era digital, kompetensi profesional tidak cukup hanya kemampuan klinis, tetapi juga kemampuan menjaga komunikasi yang berempati dan bertanggung jawab di ruang publik,” katanya.

      Editor : Fatwa

      Tags: BpjsDokterEdy Wuryanto
      Previous Post

      DPRD Pati Dukung Penuh Pelestarian Budaya Melalui Karnaval Adhi Loka Pati

      Next Post

      Hadiri Kemah Jurnalistik IJTI, Komisi D DPRD Pati Tegaskan Dukungan terhadap Peran Pers

      Redaksi

      Redaksi

      Mungkin Anda Suka

      Edy Wuryanto Dorong Negara Lindungi Pekerja Rentan, Usul Manfaatkan Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan
      Nasional

      Edy Wuryanto: PPDS Berbasis RS Harus Melengkapi Universitas, Jangan Cukup Dokter, Perawat Juga Perlu Perhatian

      4 September 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan
      Nasional

      DTSEN Jangan Jadi Jebakan Data, Edy Wuryanto Peringatkan Salah Desil Bisa Cabut Hak Kesehatan Warga Miskin

      27 Agustus 2026
      PHK Tokopedia Jadi Alarm Pentingnya Perlindungan Pekerja, Edy Wuryanto Minta Satgas Bekerja Menyeluruh
      Nasional

      Edy Wuryanto Minta APBN 2027 Perkuat Pembiayaan JKN

      19 Agustus 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas
      Nasional

      Edy Wuryanto: Negara Harus Bertindak Sebelum Gelombang PHK Terjadi

      28 Juli 2026
      Edy Wuryanto: Jangan Jadikan Kenaikan Iuran Sebagai Satu-Satunya Solusi Masalah JKN
      Nasional

      Edy Wuryanto: Penentuan SPPG MBG Wajib Berbasis Data Valid, BGN Diminta Libatkan Pemda dalam Pengawasan

      26 Juli 2026
      PHK Tokopedia Jadi Alarm Pentingnya Perlindungan Pekerja, Edy Wuryanto Minta Satgas Bekerja Menyeluruh
      Nasional

      Edy Wuryanto: Putusan Bebas Dokter Ratna Momen Perbaiki Sistem Kesehatan

      21 Juli 2026
      Next Post
      Ketua DPRD Pati: “Sumunar Terang Mbangun Kemajengan” Harus Jadi Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Slogan

      Hadiri Kemah Jurnalistik IJTI, Komisi D DPRD Pati Tegaskan Dukungan terhadap Peran Pers

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

      Recent News

      Pasca Kasus Keracunan MBG, Ketua DPRD Pati Desak Ketegasan dan Pengawasan Ketat terhadap SPPG

      30 September 2026
      Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

      Resmi Dilantik PAW, Moh Setyadi Lengkapi Fraksi Golkar DPRD Pati

      30 September 2026
      Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

      Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Perusahaan Bantu Atasi Kekeringan Lewat Program CSR

      30 September 2026
      Ketua DPRD Pati Apresiasi Penampilan Sendratari Sapi Pragolo di TMII

      Ketua DPRD Pati Apresiasi Penampilan Sendratari Sapi Pragolo di TMII

      30 September 2026
      Indomuria.com

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Read Us

      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Desclaimer
      • Kebijakan Privasi
      • Pedoman Media Siber
      • Kirim Artikel

      Follow Us

      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Berita
      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In