PATI — Puluhan desa di Kabupaten Pati dilaporkan terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan suplai air bersih. Selain penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, kehadiran peran perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pati sangat diharapkan untuk turut meringankan beban masyarakat melalui penyaluran bantuan air bersih.
“Kita berharap CSR perusahaan banyak yang membantu ketersediaan air bersih. Ini kemaraunya kan panjang. Banyak yang sudah kekeringan di daerah Pati selatan khususnya,” papar Wakil Ketua DPRD Pati, Suwito.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah untuk terus bergerak aktif menggalang dukungan dalam penanganan kekeringan, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam jangka pendek.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat, krisis air bersih akibat kekeringan hingga akhir September 2026 telah meluas ke 45 desa yang tersebar di 10 kecamatan.
Saat ini, sejumlah perusahaan telah menyalurkan bantuan air bersih melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Salah satunya adalah PT BPR Bank Daerah Pati (Perseroda), yang telah menyalurkan 100 tangki air bersih guna mendukung upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Ya bagus itu kalau perusahaan – perusahaan turut membantu, ini kebutuhan air bersih sangat penting untuk kebutuhan sehari – hari,” paparnya.
Editor : Fatwa
















