PATI — Pendidikan antikorupsi dinilai perlu dikenalkan kepada generasi muda sejak dini, tepatnya di lingkungan sekolah. Langkah ini dianggap penting untuk membangun karakter dan integritas sejak awal, sehingga nilai-nilai kejujuran senantiasa menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, saat berhadir dalam forum Pendidikan Antikorupsi yang digelar di SMPN 6 Pati.
Kastomo menegaskan bahwa masa sekolah merupakan momen paling tepat untuk menanamkan kesadaran mengenai bahaya korupsi. Pembentukan karakter sejak usia muda akan menjadi bekal berharga bagi generasi muda saat mereka kelak terjun ke tengah masyarakat.
“Pendidikan antikorupsi memang wajib dimulai dari usia dini, masa muda dan masa asyik waktu sekolah. Kita doktrin bahaya korupsi,” ujar Kastomo.
Anggota Fraksi PKB ini menjelaskan terdapat sembilan nilai utama integritas antikorupsi yang perlu ditanamkan kepada peserta didik, yaitu: kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teori di kelas, melainkan harus diterapkan dalam perilaku sehari-hari agar benar-benar melekat sebagai karakter siswa.
Kastomo pun menyampaikan dukungan penuh DPRD Kabupaten Pati, khususnya Komisi A, terhadap kegiatan yang diselenggarakan bersama Inspektorat Kabupaten Pati tersebut.
“Saya bersama anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, mitra Inspektorat Kabupaten Pati, mendukung kegiatan yang baik ini untuk generasi masa depan bangsa,” katanya.
Ia berharap kegiatan pendidikan antikorupsi dapat terus berjalan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi juga tumbuh dengan karakter dan integritas yang kuat.
Editor : Fatwa
















