PATI – Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh para nelayan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati menyatakan sikap mendukung sepenuhnya permintaan penurunan harga bahan bakar minyak jenis non-subsidi. Harga yang berlaku selama ini dinilai terlalu tinggi dan membebani jalannya usaha yang mereka tekuni.
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif siap berperan aktif mendampingi serta mengawal perjuangan ini, hingga usulan yang disampaikan dapat didengar dan dipertimbangkan oleh pemerintah pusat.
Secara terperinci, para nelayan mengajukan usulan agar harga BBM yang digunakan kapal berukuran lebih dari 30 gross ton, yang saat ini mencapai Rp30.000 per liter, diturunkan menjadi Rp13.600 per liter.
“Kami DPRD Kabupaten Pati mendukung dan menyetujui tuntutan para nelayan untuk menurunkan harga BBM yang saat ini memberatkan,” ujar Ali saat bertemu langsung dengan peserta aksi pada Senin (4/5).
Ia menjelaskan, besaran harga yang ada saat ini telah memberikan dampak yang terasa nyata, salah satunya adalah meningkatnya biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap kali mereka berlayar mencari ikan.
Jika keadaan ini terus berlanjut tanpa ada perubahan, dikhawatirkan akan mengganggu keberlangsungan usaha, terutama bagi kelompok nelayan berskala kecil dan menengah yang menjadi andalan utama sektor perikanan di daerah ini.
Lebih jauh lagi, Ali menekankan peran penting yang diemban oleh para nelayan. Keberadaan dan kinerja mereka memiliki andil besar dalam menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Karena alasan itulah, ia berpendapat sudah seharusnya kepentingan serta kesejahteraan kelompok masyarakat ini mendapatkan perhatian serius dan solusi yang nyata dari pemerintah di setiap tingkatan.
“Kami bersama Plt Bupati Pati akan mengawal aspirasi ini sampai ke Jakarta. DPRD juga akan terus mengawal, karena nelayan terbukti menjadi penyangga pangan dan taat dalam membayar pajak,” jelasnya.
Editor: fatwa

















