PATI – Kondisi jalan yang rusak kerap menjadi keluhan masyarakat dan dinilai sudah mengganggu berbagai kegiatan sehari-hari warga. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mewujudkan perbaikan agar perjalanan menjadi lebih lancar dan nyaman bagi semua pihak di wilayah Kabupaten Pati.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang guna membahas seluruh rencana pembangunan sarana dan prasarana yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Hasil dari pertemuan tersebut, pihak dinas memastikan bahwa serangkaian pekerjaan perbaikan jalan telah dijadwalkan akan mulai dikerjakan pada akhir bulan Mei 2026 mendatang.
“Sudah rapat koordinasi hari Selasa kemarin dengan DPU. Pak Riyoso beserta para kepala bidang hadir semua. Kami menanyakan proyek-proyek tahun 2026 dan kapan pelaksanaannya dimulai. Sudah dijawab, akhir bulan Mei ini mulai berjalan,” ujar Joni.
Anggota fraksi Partai Demokrat itu menambahkan, pada tahap awal nantinya perbaikan akan difokuskan pada sekitar 28 ruas jalan yang masuk ke dalam daftar penanganan utama.
Ia pun meminta pihak yang bertugas di lapangan bekerja dengan sebaik-baiknya, agar permasalahan terkait kualitas hasil pekerjaan yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali.
Selain itu, ia berharap berbagai temuan yang pernah disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi maupun Badan Pemeriksa Keuangan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki cara pengelolaan setiap proyek yang dikerjakan oleh dinas terkait.
“Harapan kita dengan kejadian kemarin, ada KPK dan BPK, itu betul-betul diperbaiki sistemnya,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa anggaran yang disediakan untuk perbaikan jalan rusak tahun ini mencapai Rp235 miliar, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Menurut penjelasannya, saat ini proses masih berlangsung di tahap pembukaan lelang yang dilakukan oleh DPUTR melalui sistem e-katalog. Seluruh rangkaian proses ini diharapkan dapat selesai tepat waktu, sehingga pekerjaan fisik perbaikan jalan bisa segera dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Sudah kita informasikan kepada DPUTR untuk mulai melaksanakan proses lelang dengan sistem e-katalog,” kata Chandra.
Editor: fatwa

















