• Kirim Artikel
  • Login
Indomuria.com
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • All
    • Jawa Tengah
    • Jepara
    • Kudus
    • Nasional
    • Pati
    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

    Edy Wuryanto Tegaskan JKN Harus Dipertahankan, Bukan Dihapus

    Anggaran Rp4,8 Miliar, Rehabilitasi Jalan Sukoharjo-Gembong dan Bageng-Jolong Rampung 100 Persen

    Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

    Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

    Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

    Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

    Edy Wuryanto: Jangan Jadikan Kenaikan Iuran Sebagai Satu-Satunya Solusi Masalah JKN

    UU Ketenagakerjaan Disahkan, Edy Wuryanto Soroti Mekanisme Baru Upah Minimum

    Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

    Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

    Trending Tags

    • Budaya
    • Desa
    • Gagasan
    • Info
    • Kuliner
    • Local Pride
    • Pendidikan
    • Politik
    • Sosok
    • Sportainment
    • Traveling
    • Beranda
    • Berita
      • All
      • Jawa Tengah
      • Jepara
      • Kudus
      • Nasional
      • Pati
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

      Edy Wuryanto Tegaskan JKN Harus Dipertahankan, Bukan Dihapus

      Anggaran Rp4,8 Miliar, Rehabilitasi Jalan Sukoharjo-Gembong dan Bageng-Jolong Rampung 100 Persen

      Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

      Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

      Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

      Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

      Edy Wuryanto: Jangan Jadikan Kenaikan Iuran Sebagai Satu-Satunya Solusi Masalah JKN

      UU Ketenagakerjaan Disahkan, Edy Wuryanto Soroti Mekanisme Baru Upah Minimum

      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan

      Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

      Trending Tags

      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling
      No Result
      View All Result
      Indomuria.com
      No Result
      View All Result
      Home Berita

      Editorial: Menakar Kebijakan Baru Soal Sound Horeg di Pati

      M Munir by M Munir
      3 Juni 2025
      in Berita, Nasional, Pati
      Reading Time: 2 mins read
      0
      Editorial: Menakar Kebijakan Baru Soal Sound Horeg di Pati

      Aparat Polresta Pati saat menindak sound horeg yang sempat dilarang oleh Pemkab Pati.

      215
      VIEWS
      Share on FacebookShare on Whatsapp

      PATI – Setelah melalui dinamika cukup panjang, penggunaan sound horeg dalam kegiatan hiburan dan karnaval di Kabupaten Pati akhirnya kembali diperbolehkan. Keputusan ini diambil setelah audiensi antara para pengusaha sound system, Bupati Pati Sudewo, dan Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi pada Senin malam, 2 Juni 2025.

      Namun, pelonggaran kebijakan ini tidak datang tanpa syarat. Ada sejumlah poin penting yang disepakati dan patut dicermati publik, karena mencerminkan pendekatan kompromistis antara pemerintah dan masyarakat yang selama ini menggantungkan ekonomi dari industri hiburan lokal.

      Kebijakan pelarangan sound horeg sebelumnya memang menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, pemerintah beralasan bahwa suara keras dari sound system bisa mengganggu kenyamanan warga bahkan berpotensi merusak bangunan. Di sisi lain, pelarangan total mengakibatkan keresahan dan penurunan pendapatan bagi para penyedia jasa hiburan, khususnya di pedesaan yang kerap menggelar hajatan atau karnaval.

      Melalui dialog terbuka, titik temu akhirnya tercapai. Salah satu poin penting yang dihasilkan adalah perubahan nama dari “sound horeg” menjadi “sound karnaval” — sebuah langkah simbolik sekaligus strategis untuk mengubah persepsi publik terhadap jenis hiburan ini.

      Lebih dari itu, pembatasan teknis berupa maksimal 16 sub single pada perangkat sound system menjadi batas wajar yang dianggap masih aman dan tidak membahayakan struktur bangunan sekitar.

      Langkah Bupati Sudewo patut diapresiasi sebagai bentuk kepemimpinan yang terbuka terhadap aspirasi warga, namun tetap menjaga prinsip ketertiban umum. Pelonggaran dengan syarat ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti terhadap hiburan rakyat, tetapi ingin menciptakan tatanan yang lebih teratur dan bertanggung jawab.

      Namun demikian, pengawasan harus tetap menjadi bagian dari kebijakan lanjutan. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian perlu merumuskan mekanisme teknis dalam pengawasan pelaksanaan syarat-syarat tersebut di lapangan, agar tidak hanya menjadi formalitas yang mudah dilanggar.

      Perubahan nama menjadi “sound karnaval” semestinya juga diikuti dengan pembinaan terhadap pengusaha sound system, agar penggunaan teknologi suara tidak hanya mengandalkan kekuatan volume, tetapi juga kualitas pertunjukan. Edukasi soal batas ambang desibel, penempatan speaker yang aman, serta manajemen waktu pertunjukan bisa menjadi bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah dan komunitas hiburan.

      Di saat yang sama, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan yang melibatkan hiburan terbuka, agar semangat rekreasi tidak bergeser menjadi gangguan sosial.

      Kasus sound horeg di Pati menjadi pelajaran berharga bagaimana konflik kebijakan dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan kesediaan untuk saling mendengarkan. Perubahan istilah, pengaturan teknis, dan semangat kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha mencerminkan arah baru dalam tata kelola hiburan lokal.

      Kini, tantangannya adalah memastikan kesepakatan ini berjalan di lapangan, agar tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi bagi hubungan harmonis antara hiburan rakyat dan ketertiban umum.

      EDITOR : Fatwa

      Tags: Bupati Patisound horegsound karnaval
      Previous Post

      Nikmatnya Asem-Asem Kambing: Olahan Lezat dari Daging Kurban yang Segar dan Gurih

      Next Post

      PMII Pati Gelar Aksi Tolak Kenaikan PBB-P2, Polisi Jamin Aksi Damai

      M Munir

      M Munir

      Editor tinggal di Jepara

      Mungkin Anda Suka

      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas
      Nasional

      Edy Wuryanto Tegaskan JKN Harus Dipertahankan, Bukan Dihapus

      28 Oktober 2026
      Pati

      Anggaran Rp4,8 Miliar, Rehabilitasi Jalan Sukoharjo-Gembong dan Bageng-Jolong Rampung 100 Persen

      20 Oktober 2026
      Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen
      Pati

      Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

      19 Oktober 2026
      Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran
      Pati

      Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

      14 Oktober 2026
      Edy Wuryanto: Jangan Jadikan Kenaikan Iuran Sebagai Satu-Satunya Solusi Masalah JKN
      Nasional

      UU Ketenagakerjaan Disahkan, Edy Wuryanto Soroti Mekanisme Baru Upah Minimum

      8 Oktober 2026
      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Cairkan Rp20 Triliun untuk Selamatkan Keuangan BPJS Kesehatan
      Nasional

      Edy Wuryanto: Tambahan Dana BPJS Kesehatan Harus Jadi Awal Pembenahan JKN

      1 Oktober 2026
      Next Post
      PMII Pati Gelar Aksi Tolak Kenaikan PBB-P2, Polisi Jamin Aksi Damai

      PMII Pati Gelar Aksi Tolak Kenaikan PBB-P2, Polisi Jamin Aksi Damai

      Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

      Recent News

      Edy Wuryanto Minta Pemerintah Berhati-hati Tambah FK Baru, Tak Boleh Mengorbankan Kualitas

      Edy Wuryanto Tegaskan JKN Harus Dipertahankan, Bukan Dihapus

      28 Oktober 2026

      Anggaran Rp4,8 Miliar, Rehabilitasi Jalan Sukoharjo-Gembong dan Bageng-Jolong Rampung 100 Persen

      20 Oktober 2026
      Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

      Anggaran Rp4,9 Miliar, Rehabilitasi Tiga Ruas Jalan di Pati Rampung 100 Persen

      19 Oktober 2026
      Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

      Dorong SMK Go Global, Edy Wuryanto Harap UMK Jadi Pusat Pelatihan Pekerja Migran

      14 Oktober 2026
      Indomuria.com

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Read Us

      • Tentang Kami
      • Redaksi
      • Desclaimer
      • Kebijakan Privasi
      • Pedoman Media Siber
      • Kirim Artikel

      Follow Us

      No Result
      View All Result
      • Beranda
      • Berita
      • Budaya
      • Desa
      • Gagasan
      • Info
      • Kuliner
      • Local Pride
      • Pendidikan
      • Politik
      • Sosok
      • Sportainment
      • Traveling

      © 2024 Indomuria.com oleh PT MURIA INDO PERS

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In