PATI — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menyoroti dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di bagian selatan Kabupaten Pati, termasuk ancaman yang mengancam lahan pertanian warga.
“DPRD Pati turut memberikan perhatian masalah kekeringan yang banyak menimpa masyarakat di wilayah Pati selatan ini. Termasuk kekeringan yang mengancam lahan pertanian masyarakat, di antaranya dengan bantuan dropping air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Hardi.
Selain penyaluran bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, DPRD Pati juga telah mengajukan usulan pembangunan sumur bor irigasi kepada Menteri Pertanian. Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan air sekaligus mendukung kelangsungan usaha tani di daerah-daerah yang rawan kekeringan.
“Langkah ke depan sudah kita usulkan lewat Menteri Pertanian, sumur bor untuk irigasi. Insyaallah mau dikasih. Sehingga nanti tempat rawan kekeringan bisa mendapat air bersih, di samping untuk air minum juga untuk pertanian,” ujarnya.
Hardi menjelaskan bahwa sebanyak 1.000 titik sumur bor telah diusulkan, yang akan tersebar di daerah pemilihan (dapil) 4, 5, dan dapil 1 — wilayah yang dinilai paling rawan terdampak kekeringan, meliputi Kecamatan Jaken, Jakenan, Gabus, Kayen, Pucakwangi, hingga Tambakromo.
“Kita kemarin mengusulkan 1.000 titik sehingga bisa agak merata supaya masyarakat bisa mendapatkan air yang layak,” katanya.
Editor : Fatwa















