PATI — Warga Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, kini tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau, berkat bantuan sumur bor dari Pangdam IV/Diponegoro. Fasilitas ini hadir sebagai solusi atas persoalan kekeringan yang selama ini kerap dialami masyarakat setempat.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Jaza Khoerul Sofyan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan sumur bor tersebut. Ia menilai kehadiran fasilitas ini sangat bermanfaat, mengingat Desa Tanjungsekar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Pucakwangi yang paling membutuhkan pasokan air bersih.
“Sumur bor di Desa Tanjungsekar ini memiliki penampungan air berkapasitas 5.000 liter dengan kedalaman sekitar 80 meter,” kata Jaza.
Lebih lanjut dijelaskan, Desa Tanjungsekar ditetapkan sebagai prioritas penerima bantuan karena tingginya kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Bantuan ini disalurkan oleh Pangdam IV/Diponegoro melalui program TNI Manunggal Air.
Persoalan kekeringan hampir selalu dialami warga Tanjungsekar setiap kali musim kemarau tiba. Sebelum adanya sumur bor ini, masyarakat terpaksa bergantung pada distribusi bantuan air bersih atau membeli air secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, dengan kegiatan ini sangat membantu masyarakat Desa Tanjungsekar. Permintaan bantuan air bersih di desa ini termasuk yang tertinggi dibandingkan desa lainnya di Kecamatan Pucakwangi,” ujarnya.
Kini, dengan adanya sumur bor tersebut, warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan air dari luar. Sumber air yang berada dekat dengan permukiman membuat akses masyarakat terhadap air bersih menjadi jauh lebih mudah.
“Sekarang warga bisa mengambil air dengan mudah dan dekat. Dulu mereka mengandalkan bantuan atau membeli air secara mandiri,” jelasnya.
Jaza berharap fasilitas sumur bor ini senantiasa dirawat dan dimanfaatkan dengan baik agar dapat berfungsi secara berkelanjutan serta terus memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama di musim kemarau.
Editor : Fatwa
















