PATI — Bantuan becak listrik yang telah disalurkan dinilai memberikan manfaat nyata bagi keseharian masyarakat Kabupaten Pati. Atas dasar tersebut, DPRD Kabupaten Pati kini mendorong penambahan kuota bantuan sebanyak 100 unit lagi agar lebih banyak warga dapat merasakan manfaatnya.
Usulan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat berencana menyalurkan gelombang kedua bantuan becak listrik ke Kabupaten Pati, menyusul penyaluran 100 unit pada tahap sebelumnya.
“Ini sudah mendapatkan perintah dari pusat, mau dikasih becak lagi. Dulu sudah dikasih 100, ini mau dikasih 100 lagi,” kata Hardi.
Bantuan ini ditujukan khusus bagi warga yang telah memiliki becak ontel, baik milik sendiri maupun pinjaman, dengan salah satu syarat batas usia penerima maksimal 56 tahun.
Hardi menambahkan, pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terkait pemanfaatan becak listrik yang telah diserahkan kepada masyarakat. Hasil monitoring menunjukkan seluruh unit masih dimanfaatkan dengan baik dan tidak ada yang disalahgunakan.
“Enggak ada yang dijual, paling juga dipinjamkan keponakannya. Kalau ada yang terbukti dijual nanti kita tarik,” tegasnya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, para penerima bantuan rutin memanfaatkan becak listrik tersebut untuk bekerja. Keberadaan becak listrik ini pun kini terlihat beroperasi di berbagai titik, termasuk kawasan selatan Simpang Lima dan wilayah barat Kota Pati.
“Menurut pengamatan kami, bapak-bapak yang sudah menerima becak itu sudah dimanfaatkan. Saya cek, di Pati juga yang di jalur sebelah selatan simpang itu juga ada, barat juga ada. Artinya becak itu berguna,” terangnya.
Karena dampak positif yang dirasakan, DPRD Pati berinisiatif mengajukan penambahan alokasi bantuan agar semakin banyak warga yang dapat terbantu.
“Karena itu kita usulkan lagi bantuan becak ini untuk masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Fatwa
















