PATI – DPRD Kabupaten Pati meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada 2026. Langkah antisipasi dinilai perlu dipersiapkan sejak dini agar dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Permintaan tersebut menyusul informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati yang memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering akibat fenomena El Nino Godzilla.
“Informasinya kemarau lebih panjang dan lebih kering karena ada fenomena yang disebut El Nino Godzilla,” papar Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, saat dikonfirmasi.
Martinus menjelaskan, pengalaman pada musim kemarau tahun sebelumnya menunjukkan dampak kekeringan cukup luas. Sebanyak 96 desa di Kabupaten Pati mengalami krisis air bersih pada puncak musim kemarau yang berlangsung antara Juli hingga September.
“Penanganan kita bantu pengiriman air bersih, anggaran dibantu dari program CSR dari berbagai perusahaan,” lanjutnya.
Menanggapi prediksi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, meminta pemerintah daerah bergerak cepat dalam menyusun langkah penanganan. Menurutnya, koordinasi antarlembaga harus diperkuat agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara optimal.
“Upaya penanganan kekeringan harus maksimal, harus sigap kordinasi kebutuhan,” paparnya.
DPRD Pati menilai kesiapan sejak awal menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan lebih ekstrem. Dengan perencanaan yang matang, distribusi bantuan air bersih dan kebutuhan lainnya diharapkan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan mampu mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Editor : Fatwa
















