PATI – Tradisi Meron yang berakar kuat di Kecamatan Sukolilo dinilai memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan dan dijaga sebagai identitas utama budaya Kabupaten Pati. DPRD Pati mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat guna melestarikan tradisi yang sarat muatan sejarah, religiusitas, serta kearifan lokal ini.
Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa Meron bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kekayaan sejarah dan kehidupan sosial warga Pati. Upaya pelestarian dianggap krusial agar nilai-nilai luhur ini tetap hidup di tengah arus perubahan zaman dan dapat dipahami oleh generasi muda.
“Meron ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat kuat. Karena itu, kami di DPRD tentu mendukung apabila tradisi ini terus diperkuat sebagai salah satu warisan budaya Kabupaten Pati,” ujar Ali.
Politikus dari Fraksi PDIP ini menambahkan bahwa tanggung jawab menjaga kelestarian tidak hanya berpulang pada warga Sukolilo semata, melainkan menjadi tugas bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat Pati. Ia berharap tradisi ini dapat diwariskan secara utuh tanpa kehilangan karakter aslinya, sekaligus menjadi sarana promosi budaya Pati ke kancah yang lebih luas.
“Ini bukan hanya milik Sukolilo, tetapi sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Pati. Yang terpenting bagaimana tradisi ini bisa terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turut menegaskan status pentingnya tradisi ini saat menghadiri gelaran Meron Desa Sukolilo 2026 di Halaman Masjid Baitul Yaqin, Kamis (27/8/2026). Baginya, Meron telah berkembang menjadi milik bersama seluruh warga kabupaten.
“Acara Meron bukan hanya acara Desa Sukolilo, melainkan acara adat Kabupaten Pati yang harus kita lestarikan bersama untuk anak cucu kita,” kata Chandra.
Lebih lanjut, Plt Bupati menjamin dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pati bagi penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang, guna memastikan Tradisi Meron terus tumbuh dan berkembang sebagai aset budaya daerah yang berharga.
Editor : Fatwa
















