PATI – Stadion Joyokusumo menjadi saksi pelaksanaan turnamen sepak bola usia dini Adhyaksa Cup 2026, Sabtu (29/8/2026). Ajang ini diproyeksikan sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit unggul pesepak bola potensial dari Kabupaten Pati, diikuti puluhan tim dari berbagai wilayah Indonesia.
Anggota DPRD Pati, Joni Kurnianto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia tersebut. Tingginya antusiasme peserta, menurutnya, membuktikan besarnya minat terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Ia berharap turnamen ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu mencetak pemain-pemain muda berbakat.
“Animonya tinggi, semoga kejuaraan dalam rangka pembinaan pemain muda ini bisa sukses dan melahirkan pesepakbola bertalenta,” ujar Joni.
Lebih lanjut, ia menaruh harapan agar ajang ini menjadi salah satu jalur pembinaan yang kokoh. Para pemain yang menampilkan performa terbaik diharapkan dapat diproyeksikan untuk memperkuat tim Kabupaten Pati dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah maupun klub Persipa Pati.
Secara rinci, Adhyaksa Cup 2026 meramaikan peserta dari berbagai wilayah nusantara. Kategori Kelompok Usia (KU)-12 diikuti oleh 24 tim, sedangkan kategori KU-10 diikuti oleh 19 tim.
Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Pertimbangan Hukum Kejaksaan Negeri Pati, Muhammad Khoirun Niam, selaku wakil dari Kajari Pati Hadiman. Turut hadir Ketua Askab PSSI Pati, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Pati, serta Ketua KONI Kabupaten Pati.
Dalam sambutannya, Muhammad Khoirun Niam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergitas antara Kejaksaan, pemerintah daerah, PSSI, dan KONI dalam mendukung pengembangan olahraga usia dini di tingkat nasional.
“Pembukaan Adhyaksa Cup hari ini kita laksanakan sebagai bentuk sinergitas dengan pemda dan PSSI, serta KONI dalam pengembangan olahraga usia dini. Ini levelnya nasional,” ungkapnya.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan prosesi iring-iringan Komunitas Sakataji yang membawa wayang dan bola. Sebagai penanda resmi dimulainya laga, para tamu undangan melakukan tendangan bola ke arah tribun penonton.
Sementara itu, Kepala Dinporapar Pati, Rekso Suhartono, turut mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini. Kehadiran tim dari luar daerah dinilai tidak hanya berdampak pada kemajuan olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Pati.
“Kita berkolaborasi dengan Askab PSSI Pati, KONI Pati, dan kejaksaan. Diselenggarakannya sepakbola ini antusias anak muda tinggi sekali biar berdampak prestasi karena ini U-12 dan U-10,” kata Rekso di sela pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa kedatangan peserta beserta pendampingnya berpotensi menggairahkan sektor akomodasi, kuliner, hingga pariwisata daerah.
“Anak-anak dengan orang tua, pelatih dari luar daerah sebelum pertandingan pasti mempersiapkan hotel menginap di situ. Mereka berkuliner dan jalan-jalan di Kabupaten Pati,” ujarnya.
Terkait teknis pelaksanaan, Ketua Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto, menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung pada setengah lapangan dengan durasi yang disesuaikan untuk usia dini.
“Pertandingan dimainkan 10 menit × 2, atau satu babak 10 menit. Kali ini ada 24 tim KU-12, sedangkan minggu depan ada 19 tim di KU-10,” jelasnya.
Dijadwalkan, kategori KU-12 berlaga pada 29–30 Agustus 2026, sedangkan kategori KU-10 akan digelar pada 5–6 September 2026.
Editor : Fatwa
















