PATI — Sekitar 200 peternak unggas di Kabupaten Pati menyampaikan sejumlah tuntutan terkait berbagai tekanan yang kini membebani usaha mereka. Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi penyampaian pendapat di Alun-Alun Pati pada Senin (10/8/2026).
Aksi yang digelar oleh Asosiasi Unggas Kabupaten Pati bersama Koperasi Unggas Sumber Rejeki ini meminta pemerintah mengambil langkah nyata guna menjaga keberlangsungan usaha peternakan di daerah.
Terdapat lima hal utama yang disampaikan para peternak, yakni penurunan harga pakan ternak, penyesuaian kenaikan harga telur, penghapusan praktik monopoli bahan baku pakan, pemenuhan kebutuhan jagung dengan harga acuan pemerintah (HAP), serta pembentukan Kementerian Peternakan.
Seluruh aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati, H. Ali Badrudin, didampingi pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Pati, serta Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Kehadiran jajaran pimpinan legislatif ini menjadi bukti keseriusan DPRD Pati dalam menyimak langsung persoalan yang dihadapi para peternak.
“Kami hadir untuk mendengarkan dan menampung aspirasi para peternak. Persoalan harga pakan, ketersediaan jagung, hingga harga telur harus menjadi perhatian bersama,” kata Ali Badrudin.
Menurut Ali, permasalahan yang disampaikan tidak sekadar menyangkut fluktuasi harga komoditas semata, melainkan menyentuh kelangsungan usaha para peternak secara keseluruhan. Oleh sebab itu, DPRD Pati akan mendorong agar setiap usulan yang masuk segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pihak terkait.
“Kami akan berupaya mendorong agar aspirasi ini dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
DPRD Pati menilai dialog langsung seperti ini sangat penting untuk mengetahui gambaran kondisi sesungguhnya di lapangan. Masukan yang diperoleh selanjutnya akan menjadi bahan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menyampaikan kepentingan masyarakat kepada pemerintah.
Para peternak berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi atas persoalan harga pakan dan harga telur, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan jagung sebagai bahan baku utama pakan unggas.
DPRD Kabupaten Pati menyatakan tetap membuka ruang dialog dan berkomitmen mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan. Langkah ini diharapkan melahirkan kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan usaha serta meningkatkan kesejahteraan para peternak unggas di Kabupaten Pati.
Editor : Fatwa
















