PATI – Serangan hama tikus melanda sejumlah lahan pertanian di wilayah Pati Selatan. Hama tikus membuat petani kerepotan dan mengancam panen jagung dan padi petani.
Dilaporkan saat ini sejumlah lahan jagung dan padi terdampak serangan hama tikus.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti menyoroti masalah tersebut.
Ia mengaku prihatin terhadap situasi yang dihadapi para petani, terutama di wilayah selatan Kabupaten Pati
Menurutnya, serangan hama semakin berdampak karena terjadi saat memasuki musim kemarau. Akibatnya, banyak tanaman pertanian yang tidak dapat dipanen secara maksimal
“Karena banyaknya hama apalagi ini menghadapi musim kemarau dimana yang di selatan itu banyak tanaman-tanaman yang tidak bisa dipanen,” lanjutnya
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menekan populasi hama tikus yang dinilai merugikan petani
“Kami berharap ada tindakan yang konkret dari Pemerintah Daerah sehingga itu bisa meminimalisir hama-hama yang ada di selatan,” katanya
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan pihaknya telah menerima bantuan pestisida dari Kementerian Pertanian pada akhir 2025 lalu
Bantuan tersebut meliputi rodentisida sebanyak 46,55 ton, moluskisida 14 ton, fungisida 25 ton, insektisida 26.500 liter, dan herbisida 17.500 liter
Menurut Ratri, bantuan pestisida itu dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama tikus pada tanaman padi. Namun, hingga saat ini belum ada bantuan khusus untuk tanaman jagung
“Untuk pestisida kami tetap menggandeng PUPT yang notabene itu adalah petugas dari Provinsi Jawa Tengah, karena itu adalah memanfaatkan pestisida bantuan itu tidak seperti bantuan-bantuan yang lain,” ujarnya.
Editor: fatwa
















