PATI – Pemerintah Kabupaten Pati belum memulai pelaksanaan fisik sejumlah proyek infrastruktur berskala besar yang telah dialokasikan anggarannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Hingga awal Juni ini, proyek-proyek tersebut masih berada dalam tahap penyusunan perencanaan dan belum memasuki tahap pembangunan di lapangan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek-proyek strategis daerah sempat mengalami penundaan sementara. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya proses asistensi dan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurutnya, langkah ini diambil agar pemerintah daerah tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjalankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara sebelum melangkah ke tahap pelaksanaan berikutnya.
“Proyek-proyek besar masih dalam proses perencanaan. Saat ini yang sudah berjalan di lapangan baru pekerjaan pembongkaran trotoar di Jalan Panglima Sudirman,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan data yang tercatat di DPUTR Kabupaten Pati, terdapat tiga kelompok proyek utama yang pendanaannya bersumber dari APBD tahun berjalan. Pertama, program pemugaran empat pasar daerah dengan total anggaran mencapai sekitar Rp5 miliar. Rincian alokasi dananya meliputi perbaikan Pasar Puri senilai Rp1,59 miliar, Pasar Trangkil Rp1,34 miliar, Pasar Kayen Rp1,29 miliar, dan Pasar Porda Juwana sebesar Rp756 juta.
Kedua, kegiatan perbaikan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp1,3 miliar. Pekerjaan ini lebih difokuskan pada penggantian dan perbaikan bagian atap bangunan yang sudah rusak akibat faktor usia serta serangan hama rayap.
Sementara itu, proyek ketiga adalah penataan dan pengembangan fasilitas di RSUD Kayen dengan pagu anggaran senilai Rp1,7 miliar. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk membangun ruang layanan hemodialisa atau cuci darah, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang berdomisili di wilayah Pati bagian selatan.
Di sisi lain, satu-satunya pekerjaan fisik yang saat ini sudah berlangsung adalah pembongkaran trotoar di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Proyek yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp140 juta ini telah dimulai sejak tanggal 18 Mei 2026 mendatang. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai seluruhnya pada tanggal 15 Agustus 2026 sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Editor: Fatwa
















