PATI – Pendidikan seni memiliki peran lebih dari sekadar wadah penyaluran bakat dan kreativitas. Melalui proses latihan hingga pementasan, pelajar turut mengasah kedisiplinan, tanggung jawab, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja sama. Hal tersebut tercermin jelas dalam pelaksanaan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang berlangsung di Kabupaten Pati.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan GSMS yang ditutup dengan gelar karya. Menurutnya, program ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter siswa melalui pengalaman langsung di bidang kesenian.
Bandang menilai, proses belajar seni menawarkan pengalaman yang khas dan berbeda dari pembelajaran akademik konvensional. Para siswa tidak hanya dituntut menghasilkan penampilan yang berkualitas, tetapi juga menjalani latihan berkelanjutan serta belajar memikul tanggung jawab atas peran yang diemban.
“Menurut kami, GSMS ini sangat positif untuk pembentukan karakter anak-anak. Mereka belajar disiplin melalui latihan, belajar bertanggung jawab terhadap perannya, sekaligus belajar bekerja sama dengan teman-temannya,” ujarnya.
Sebagai politikus dari Fraksi PDI Perjuangan, ia menambahkan bahwa aktivitas seni menjadi wadah ekspresi diri yang positif. Ruang ini dianggap penting untuk mengarahkan energi dan kreativitas generasi muda ke jalur yang produktif.
Oleh sebab itu, ia berharap GSMS tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Program ini didorong untuk berjalan secara berkelanjutan serta mampu menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Kabupaten Pati.
Semakin luas jangkauan program, semakin besar pula kesempatan bagi pelajar untuk mengenal beragam bentuk kesenian sekaligus mengembangkan potensi terbaik yang dimilikinya.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk berkembang. Seni bisa menjadi salah satu media yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun karakter mereka sejak dini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan pendidikan seni di sekolah membutuhkan dukungan lintas pihak—mulai dari pemerintah, pihak sekolah, seniman, orang tua, hingga masyarakat—untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan kreativitas anak.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat hanya mengandalkan pembelajaran di dalam kelas. Pelajar memerlukan pengalaman praktis melalui aktivitas positif di luar akademik guna membangun kemampuan sosial dan kepribadian yang utuh.
Sementara itu, gelar karya GSMS di Pati turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Dalam kesempatan tersebut, Menteri mengapresiasi talenta serta penampilan seni yang ditampilkan para siswa.
Fadli menekankan pentingnya penyediaan ruang yang memadai bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat seninya. GSMS juga dinilai sebagai sarana efektif pewarisan pengetahuan dan pengalaman berkesenian dari para seniman kepada generasi penerus.
“GSMS menjadi salah satu sarana untuk mewariskan pengalaman dan pengetahuan dari para seniman kepada generasi berikutnya,” paparnya.
Editor : Fatwa
















