PATI – Rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk menata dan memperbaiki empat taman pada tahun 2026 mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pati. Kalangan legislatif menilai pelaksanaan program tersebut sebaiknya ditunda, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Muntamah, mengatakan penataan ruang terbuka hijau memang penting sebagai upaya mempercantik wajah kota. Meski demikian, ia menilai pemerintah perlu lebih mengutamakan program-program yang berdampak langsung terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kalau saat ini menurut saya, karena kondisi ekonomi masyarakat yang masih melemah, untuk penataan taman sebaiknya ditunda dulu,” ujar Muntamah.
Menurut politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, anggaran yang telah dialokasikan untuk penataan taman akan lebih tepat dimanfaatkan bagi program yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Taman memang penting untuk keindahan. Tetapi saat ini yang lebih mendesak adalah bagaimana pemerintah dapat mempercepat pemulihan dan stabilitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Muntamah mengungkapkan bahwa Komisi C DPRD Pati hingga kini belum menerima penjelasan secara resmi maupun rinci mengenai rencana penataan empat taman yang akan dilaksanakan pemerintah daerah.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Pati berencana melakukan pembenahan terhadap empat ruang terbuka hijau, yakni Taman Stasiun Puri, kawasan Patung Kereta Kuda Arjuna, Taman Tugu Bandeng Puri, serta Taman Tugu Nelayan.
Program tersebut disiapkan sebagai respons atas berbagai keluhan masyarakat, seperti kondisi air kolam yang keruh dan minimnya penerangan di sejumlah area taman. Melalui penataan tersebut, pemerintah berharap keempat lokasi itu dapat menjadi ruang publik yang lebih nyaman, representatif, sekaligus memperindah kawasan perkotaan.
Editor: Fatwa
















