PATI – Kondisi ruas jalan penghubung Guyangan hingga Jetak di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Masyarakat setempat pun menyampaikan keluhan, mengingat jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten ini kerap rusak dan dinilai membahayakan keselamatan setiap pengendara yang melintas.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima dari warga pada Rabu (25/3), tampak jelas permukaan jalan tersebut berlubang-lubang dan lapisan aspalnya banyak yang mengelupas hingga hancur.
Kondisi ini memaksa setiap pengguna jalan harus memperlambat laju kendaraannya demi menghindari risiko terjatuh atau terperosok ke dalam lubang, terutama saat cuaca hujan atau suasana gelap.
Salah satu warga setempat, Majid Lutfhi Setiawan, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menuturkan kerusakan yang membentang sepanjang lebih dari 1 kilometer ini sudah berlangsung berbulan-bulan, namun belum ada tindakan perbaikan yang dilakukan. Kondisi jalan yang rusak ini makin berisiko karena minimnya penerangan di malam hari.
“Sering rusak, berlubang parah. Khawatir lewat pas malam bisa terperosok karena minim penerangan,” jelasnya.
Sebagai warga yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut, Majid sangat berharap pemerintah segera menangani kerusakan ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
“Kalau bisa segera diperbaiki lah,” ucap dia.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati, Hasto Utomo, memastikan bahwa ruas jalan Guyangan – Jetak sudah masuk dalam daftar prioritas pemeliharaan tahun anggaran 2026. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar khusus untuk perbaikan jalan tersebut.
“Untuk jalan Guyangan – Jetak Kecamatan Wedarijaksa sudah termasuk direncana perbaikan jalan 2026 ini dengan alokasi anggaran Rp 1 miliar,” jelasnya saat dihubungi.
Hasto menerangkan, pelaksanaan perbaikan saat ini masih menunggu arahan resmi dari Penjabat Sementara Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Ia menargetkan pekerjaan fisik sudah bisa dimulai pada bulan April 2026 mendatang.
“Masih menunggu arahan dari bapak plt Bupati mas, mudah mudahan April 2026 sudah bisa mulai pelaksanaan,” jelasnya.
Lebih lanjut Hasto menyampaikan, selain ruas Guyangan – Jetak, masih ada sejumlah jalur strategis lainnya yang kondisinya juga memprihatinkan dan menunggu jadwal penanganan. Secara keseluruhan, pemerintah kabupaten telah menyiapkan pagu anggaran mencapai Rp200 miliar khusus untuk program rehabilitasi jalan dan jembatan di seluruh wilayah Pati tahun ini.
“Untuk jalan di Pati yang rusak diantaranya di Guyangan- Runting, Juwana – Guyangan, Tlogowungu – Bapoh, Boloagung – Trimulyo, Prawoto batas Kudus, Tayu – Dukuhseti, Jenggolo – Pegandan, anggaran untuk rehabilitasi jalan dan jembatan tahun 2026 ini kurang lebih Rp 200 miliar,” jelasnya.
Editor: fatwa
















