PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini tengah berlangsung di Kecamatan Tlogowungu.
Program yang digagas pemerintah tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Meski proses pembangunan masih berjalan, keberadaan sekolah ini telah mendapat respons positif dari berbagai pihak.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Gerindra, Irianto Budi Utomo, mengatakan Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Program ini sangat kami dukung, karena di Tlogowungu dan wilayah sekitarnya masih banyak masyarakat dari kalangan menengah ke bawah yang membutuhkan akses pendidikan yang terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi keluarga yang selama ini terkendala biaya pendidikan. Pasalnya, seluruh kebutuhan pendidikan siswa akan ditanggung oleh pemerintah.
Program ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain mendapatkan layanan pendidikan tanpa biaya, para siswa juga akan memperoleh berbagai fasilitas pendukung selama menempuh pendidikan di sekolah berkonsep asrama tersebut.
“Sekolah ini gratis. Kebutuhan siswa seperti tempat tinggal, makan, hingga pakaian juga ditanggung pemerintah,” katanya.
Irianto berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan masyarakat di Kabupaten Pati, khususnya bagi warga Tlogowungu dan daerah sekitarnya yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebelumnya menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat cukup tinggi.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan peserta didik untuk jenjang SMP telah terisi penuh sebanyak 190 siswa. Adapun kuota jenjang SMA juga telah terpenuhi dengan jumlah 90 siswa sesuai kapasitas yang tersedia.
“Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa. Yang masih tersedia saat ini adalah jenjang sekolah dasar dengan sekitar 30 siswa, karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan sistem asrama bagi anak-anak usia dini,” ujar Chandra.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana pemerataan akses pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi keluarga kurang mampu di daerah tersebut.
Editor: Arif
















