PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melakukan penyesuaian desain pembangunan bahu jalan di ruas Jalan Kawedanan Kota Kayen. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya biaya material konstruksi yang berdampak pada pelaksanaan proyek. Kebijakan itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo.
Pada perencanaan awal, seluruh bahu jalan dirancang menggunakan konstruksi beton. Rencana tersebut disusun berdasarkan usulan anggaran sebesar Rp1,25 miliar untuk mendukung penanganan ruas jalan di sisi barat RSUD Kayen.
Namun, saat memasuki proses pengadaan, terjadi kenaikan harga material, terutama beton, yang dipengaruhi meningkatnya harga solar industri. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan biaya proyek bertambah sehingga pagu anggaran yang tersedia tidak lagi mencukupi apabila seluruh pekerjaan tetap menggunakan spesifikasi awal.
“Awalnya seluruh bahu jalan direncanakan menggunakan beton. Setelah dilakukan penyesuaian harga, anggaran yang tersedia tidak lagi mampu mengakomodasi seluruh pekerjaan apabila spesifikasi awal dipertahankan,” ujar Hasto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, DPUTR mengubah desain pekerjaan dengan mengombinasikan dua jenis konstruksi. Sebagian bahu jalan tetap dibangun menggunakan beton, sementara ruas lainnya memanfaatkan agregat kelas A. Menurut Hasto, kebijakan tersebut dipilih agar cakupan pekerjaan tetap dapat dipertahankan.
Ia menjelaskan, konstruksi beton diterapkan pada sekitar 170 meter di sisi kiri dan kanan jalan. Adapun bagian lainnya menggunakan agregat kelas A yang tetap berfungsi sebagai bahu jalan. Sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, pada tepi konstruksi beton juga ditambahkan agregat kelas A dengan lebar sekitar 25 sentimeter untuk mengurangi perbedaan elevasi yang berpotensi membahayakan kendaraan.
Hasto menegaskan, revisi desain tersebut tidak dimaksudkan untuk menurunkan mutu pekerjaan. Sebaliknya, perubahan dilakukan agar target penanganan ruas jalan sepanjang sekitar 330 meter tetap dapat direalisasikan. Menurutnya, apabila seluruh bahu jalan tetap menggunakan konstruksi beton, maka panjang penanganan jalan harus dikurangi akibat keterbatasan anggaran.
Ia juga menjelaskan bahwa penyusunan proyek diawali dengan survei lapangan yang berlangsung pada Januari hingga Februari. Setelah melalui tahapan penyesuaian harga dan proses asistensi, kontrak pekerjaan ditandatangani pada 25 Mei 2025. Selanjutnya, pekerjaan fisik dimulai pada 27 Mei 2025 dan diselesaikan pada Juni sesuai dengan desain hasil revisi yang telah disepakati.
Editor : Fatwa














