PATI – DPRD Kabupaten Pati mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembuangan bayi yang menghebohkan warga Kecamatan Juwana beberapa waktu lalu. Legislator menilai pengungkapan pelaku menjadi langkah penting untuk memberikan keadilan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan pihaknya berharap proses penyelidikan dapat segera membuahkan hasil. Menurutnya, berbagai informasi dari masyarakat dan barang bukti yang telah dikumpulkan dapat membantu aparat dalam menemukan pelaku.
“Kami berharap dengan berbagai barang bukti dan informasi yang sudah ada, kami mendorong agar pelaku yang membuang bayi itu segera ditemukan,” ujar Teguh saat ditemui di Ruang Paripurna DPRD Pati, Rabu (3/6/2026).
Selain mendorong pengungkapan kasus, Komisi D juga meminta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3AKB) untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan kondisi bayi yang ditemukan tetap mendapatkan perhatian dan perawatan yang memadai.
Teguh menyebut koordinasi antara Dinsosp3AKB, Puskesmas Juwana, kepolisian, dan masyarakat perlu dilakukan secepat mungkin untuk menentukan tindak lanjut penanganan bayi tersebut.
“Kami hari ini mendorong Dinas Sosial secepatnya melakukan koordinasi kepada Puskesmas, kepolisian, dan warga untuk mengetahui bagaimana kelanjutan dari bayi tersebut,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak dapat ditoleransi. Karena itu, DPRD Pati melalui Komisi D menyampaikan kecaman keras terhadap pelaku yang tega meninggalkan bayi dalam kondisi rentan.
“Kami DPRD, khususnya Komisi D, mengutuk keras adanya tindakan pembuangan bayi seperti ini,” tegasnya.
Kasus tersebut sebelumnya menggemparkan warga Jalan Kamboja Gang 1, Desa Growong Kidul RT 01 RW 01, Kecamatan Juwana. Seorang bayi laki-laki ditemukan pada Senin (1/6/2026) dan diduga sengaja ditinggalkan oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.
Setelah ditemukan warga, bayi tersebut segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Juwana. Hingga kini, kondisi bayi dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif dan masih dalam perawatan tenaga kesehatan.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku pembuangan bayi. DPRD Pati berharap kasus ini segera terpecahkan sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Editor: Fatwa
















