PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mengajak seluruh pengelola Sentra Pelayanan Perdagangan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk mengutamakan serta memaksimalkan pemakaian bahan baku dan produk unggulan asli daerah dalam seluruh kegiatan operasional yang dijalani.
Seruan tersebut disampaikan langsung oleh Penjabat Sementara Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat memimpin rapat koordinasi seluruh SPPG se-Kabupaten Pati yang berlangsung Senin (4/5) bertempat di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.
Menurut Risma Ardhi Chandra, penggunaan produk lokal secara maksimal merupakan kunci utama agar perputaran ekonomi masyarakat berjalan lebih cepat dan dinamis. Apabila seluruh kebutuhan pasokan yang dibutuhkan SPPG dipenuhi dari hasil produksi warga setempat, maka kesejahteraan para petani, peternak, dan pelaku usaha di daerah akan ikut terangkat secara signifikan.
“Teman-teman SPPG juga bisa mengambil produk-produk dari Kabupaten Pati. Kalau perekonomian ini bisa berputar di daerah sendiri, maka ekonomi di Pati akan semakin baik dan maju,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Pati memiliki kekayaan sumber daya yang sangat besar dan beragam, mulai dari hasil peternakan seperti telur dan daging ayam, hingga hasil perikanan yang melimpah jumlahnya. Seluruh potensi ini seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Intinya satu, kita bersama-sama menggerakkan ekonomi lokal. Jika ekonomi lokal bangkit, maka Pati juga akan bangkit dari sisi perekonomiannya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, memberikan apresiasi yang tinggi atas kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah daerah tersebut. Ia menilai kebijakan ini sangat strategis, terlebih mengingat Pati dikenal sebagai salah satu lumbung pangan yang hasil produksinya banyak memasok kebutuhan pangan ke wilayah lain.
“Ya ini kebijakan yang sangat baik, jika dalam pelaksanaan MBG ini dapat memanfaatkan produk-produk lokal,” paparnya.
Hardi berharap, dukungan terhadap produk lokal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak hanya sekadar tertulis di atas kertas atau wacana saja, melainkan benar-benar dijalankan secara nyata dan berkelanjutan agar dampak positifnya benar-benar dirasakan masyarakat untuk kemajuan ekonomi daerah.
Editor: fatwa
















