JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi ketimpangan dalam pelaksanaannya, terutama terkait pemberian layanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Hal ini disoroti oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dalam acara rapat kerja yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Edy mengemukakan bahwa perhatian yang diberikan pemerintah melalui BGN terhadap kelompok ibu hamil dan menyusui belum berjalan secara optimal, padahal mereka merupakan pilar utama dalam upaya menekan angka stunting di seluruh Indonesia.
“Bapak mengabaikan ibu hamil dan ibu menyusui jika dilihat dari data ini,” ujar Edy Wuryanto dengan nada tegas di hadapan jajaran BGN.
Menurutnya, Program MBG seharusnya menjadikan ibu hamil dan ibu menyusui sebagai prioritas utama, mengingat persoalan gizi yang dihadapi kelompok ini masih tergolong tinggi. Sebagian besar ibu hamil di Indonesia saat ini masih menghadapi masalah anemia dan kekurangan energi kronik (KEK), kondisi yang dapat membahayakan kesehatan baik bagi ibu maupun bayi yang dikandungnya.
“Sebagian ibu hamil kita mengalami anemia dan kekurangan energi kronik. Dan itu yang memicu stunting kita tidak pernah turun, atau turunnya tidak sesuai target,” tegasnya.
Edy menegaskan bahwa upaya penurunan stunting tidak dapat hanya difokuskan pada anak usia sekolah atau balita, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan. Kualitas kesehatan serta kecerdasan seorang anak, katanya, telah ditentukan sejak ia masih berada di dalam kandungan ibunya.
“Sehat dan cerdasnya seorang anak itu dimulai dari di kandungan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya pemenuhan gizi selama periode seribu hari kehidupan pertama (HPK), yang mencakup masa kehamilan hingga anak mencapai usia dua tahun. Kekurangan nutrisi pada fase yang sangat krusial ini, menurutnya, akan memberikan dampak yang berkepanjangan terhadap proses tumbuh kembang anak.
“Jadi seribu hari kehidupan pertama itu tidak boleh kekurangan nutrisi,” tandasnya.
Akhirnya, Edy mendorong BGN untuk melakukan evaluasi yang komprehensif terkait pelaksanaan Program MBG, sekaligus memastikan bahwa kebijakan serta anggaran yang dialokasikan benar-benar mengutamakan kelompok rentan – khususnya ibu hamil dan ibu menyusui – guna mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.
Editor: fatwa















