PATI — Wakil Ketua DPRD Pati Hardi mendesak diperkuatnya pendampingan secara intensif bagi petani tebu, guna mendukung target peningkatan produktivitas tebu sebagai penopang program swasembada gula yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Hardi, selain bantuan sarana produksi seperti program bongkar ratoon, pendampingan teknis juga sangat diperlukan. Bimbingan tersebut dapat diberikan sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.
Langkah ini dinilai penting agar petani dapat menerapkan teknik budidaya yang tepat, sehingga potensi peningkatan produktivitas tebu dapat tercapai secara maksimal.
Ia berharap instansi terkait senantiasa hadir memberikan pendampingan di lapangan serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dialami petani selama pelaksanaan program bongkar ratoon berlangsung.
“Petani tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan. Dengan bimbingan yang berkelanjutan, mereka akan lebih siap mengelola tanaman tebu secara baik dan hasilnya tentu lebih optimal,” katanya.
Lebih lanjut, Hardi menegaskan keberhasilan program bongkar ratoon memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani. Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar program peremajaan tanaman tidak sekadar terlaksana, tetapi benar-benar berdampak nyata terhadap peningkatan produksi gula di Kabupaten Pati.
Diketahui, saat ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong peningkatan produktivitas tebu nasional untuk memperkuat ketahanan gula dalam negeri. Ia optimistis produksi gula nasional dapat terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap.
Editor : Fatwa

















