PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati telah memulai persiapan pelaksanaan pembangunan serta pemulihan kondisi jalan pada tahap pertama tahun anggaran 2026. Sejumlah paket pekerjaan bahkan sudah resmi diumumkan dan ditargetkan akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik di lokasi dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa pada tahap awal ini ada empat paket pekerjaan pemulihan jalan yang menjadi fokus utama penanganan pemerintah daerah. Keempat ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran sangat penting karena menjadi penunjang utama berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Untuk tahap 1 minggu kemarin sudah tayang 4 paket,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (11/5/2026).
Keempat paket pekerjaan yang disiapkan itu mencakup perbaikan Jalan Boloagung–Trimulyo yang menjadi akses menuju kawasan Wisata Talun, perbaikan Jalan Munadi yang terhubung ke wilayah SMP 6, penanganan ruas Jalan Tlogowungu–Bapoh dan Tlogowungu–Sitiluhur, serta rehabilitasi Jalan Kawedanan Kayen tepatnya di depan RSUD hingga ke ruas Sumbersari–Sering.
Saat ini, seluruh rangkaian proyek tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan persiapan teknis sebelum nantinya tim pelaksana turun melakukan pekerjaan fisik di lapangan.
“Perkiraan dua minggu lagi rencana sudah bisa pelaksanaan,” lanjutnya.
Ia menegaskan, keberadaan program perbaikan jalan tahap pertama ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat terkait kondisi sejumlah ruas jalan yang sudah lama rusak dan mengganggu kelancaran pergerakan warga.
“Kami berupaya agar pekerjaan bisa segera berjalan sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga akses pertanian warga,” tegasnya.
Untuk keseluruhan rangkaian kegiatan pada tahap awal ini, DPUTR Pati telah menyiapkan alokasi dana mencapai sekitar Rp18 miliar. Pemerintah menaruh harapan besar agar proyek ini mampu meningkatkan keterhubungan antarwilayah sekaligus menjadi pendorong laju pertumbuhan ekonomi di daerah.
Selain bertujuan memperlancar mobilitas warga, pembenahan akses jalan yang mengarah ke kawasan wisata juga diharapkan mampu mengangkat sektor pariwisata lokal agar semakin maju, berkembang, dan mampu menarik kedatangan lebih banyak pengunjung.
Editor: fatwa
















