PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk memiliki alat berat berupa ekskavator dalam jumlah yang memadai guna mendukung pelaksanaan normalisasi sungai. Hal ini disampaikannya mengingat kebutuhan penanganan sungai di daerah ini sangat tinggi.
“Kalau bisa punya lima alat mungkin bisa bertahap pengadaannya, untuk mengatasi masalah normalisasi sungai ini,” paparnya.
Ia menegaskan, jika masalah pendangkalan sungai tidak segera diselesaikan, kelompok petani akan menjadi pihak yang paling besar merugi.
“Karena kalau sungainya dangkal pasti biasanya akan banjir, kita tidak bisa mengandalkan normalisasi dari pemerintah pusat atau dari BBWS saja. Harus ikut melakukan penanganan,” lanjut Ali.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Pati kini tengah memperkuat langkah pengendalian banjir dengan mendatangkan dua unit alat berat baru yang akan digunakan untuk mempercepat normalisasi puluhan aliran sungai yang ada. Kedua ekskavator tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pendangkalan sungai akibat endapan lumpur.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdianto, menjelaskan alat yang dipesan terdiri dari satu unit ekskavator standar dan satu unit ekskavator lengan panjang (long arm).
“Alat berat yang dipesan satu excavator standar dan satu excavator long. Nilainya sekitar Rp1,6 miliar untuk excavator standar dan Rp1,8 miliar untuk excavator long. Saat ini tinggal menunggu pengiriman barang yang diperkirakan datang pada Agustus,” ujarnya.
Widyo menambahkan, penambahan alat berat ini sangat dibutuhkan agar penanganan normalisasi sungai dapat berjalan lebih optimal, mengingat jumlah sungai di Pati cukup banyak dan sebagian besar mengalami sedimentasi yang berpotensi memicu banjir saat musim hujan tiba.
Editor : Fatwa
















