PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan harga khusus BBM non-subsidi sebesar Rp15.000 per liter. Fasilitas ini ditujukan khusus bagi nelayan yang menggunakan kapal berukuran 30 hingga 200 Gross Ton (GT). Langkah ini dinilai efektif menekan biaya operasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha perikanan.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyatakan kebijakan ini menjadi kabar gembira bagi nelayan yang selama ini terbebani tingginya biaya pelayaran. Menurutnya, harga BBM yang mahal selama ini menjadi salah satu penyebab menyusutnya pendapatan para nelayan.
“Dengan harga BBM Rp15.000 per liter, tentu beban operasional nelayan akan jauh lebih ringan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan nelayan, khususnya di Kabupaten Pati,” ujar Mukit.
Anggota fraksi Partai Demokrat itu berharap harga yang lebih terjangkau ini dapat kembali membangkitkan semangat nelayan untuk melaut lebih sering. Dengan biaya yang lebih ringan, produktivitas tangkapan ikan diperkirakan meningkat dan membawa dampak positif bagi perekonomian warga di wilayah pesisir.
Mukit menambahkan, kebijakan ini juga menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap sektor kelautan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah, sehingga daya saing hasil perikanan Pati pun dapat semakin kuat.
Apresiasi senada juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas diterbitkannya kebijakan harga khusus tersebut.
Diketahui di Kabupaten Pati, harga BBM untuk kebutuhan nelayan sebelumnya mencapai kisaran Rp30.000 per liter, dan kini resmi turun menjadi setengahnya. Chandra menyebut keputusan ini merupakan jawaban nyata atas aspirasi yang sejak Mei 2026 diperjuangkan para nelayan hingga ke tingkat pusat.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi ribuan nelayan di Pati yang selama ini kerap mengeluhkan beratnya biaya operasional akibat harga BBM non-subsidi yang selangit.
“Alhamdulillah, aspirasi para nelayan Pati akhirnya didengar dan dikabulkan. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan nelayan. Ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat benar-benar diperjuangkan hingga membuahkan hasil,” katanya.
Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat memperlancar aktivitas penangkapan ikan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta menjadikan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi yang semakin kokoh di Kabupaten Pati.
Editor : Fatwa
















