PATI – Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur di kawasan tambak garam sebagai upaya mendukung peningkatan produksi sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.
Menurutnya, keberadaan akses jalan dan fasilitas penunjang yang memadai akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran distribusi hasil panen garam ke pasar. Selain itu, kondisi infrastruktur yang baik juga dinilai mampu menekan biaya operasional para petani maupun pengusaha garam lokal.
Mukit menjelaskan bahwa Kabupaten Pati memiliki potensi garam yang cukup besar. Tercatat ada empat kecamatan dengan total 21 desa yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada sektor produksi garam, yakni Kecamatan Batangan, Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil.
“Besarnya potensi tersebut, seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun program prioritas untuk mendukung petani garam,” paparnya.
Politisi dari Fraksi Partai Demokrat itu juga meminta pemerintah daerah agar segera merealisasikan berbagai langkah penguatan sektor garam. Mulai dari penyediaan sarana produksi, pembangunan akses jalan menuju tambak, perbaikan saluran irigasi, hingga penyediaan gudang penyimpanan garam yang layak.
Ia menilai dukungan tersebut sangat penting untuk menjaga posisi Kabupaten Pati sebagai salah satu daerah penopang kebutuhan garam nasional. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tambak garam.
Editor: fatwa
















