PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, kembali mengingatkan pentingnya prinsip keseimbangan dalam pengelolaan kawasan hutan sosial di wilayah Pati.
Ia mendorong agar pemanfaatan lahan tersebut tetap mengutamakan aspek pelestarian dan konservasi lingkungan. Guna memastikan hal itu berjalan, pihaknya aktif melakukan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada para petani yang menggarap lahan di kawasan hutan sosial.
Menurut Warsiti, pemanfaatan hutan sosial tidak boleh hanya berfokus pada keuntungan ekonomi semata. Lebih dari itu, pengelolaan harus tetap menjaga keberlangsungan ekosistem agar fungsi hutan sebagai penyangga alam tetap terjaga.
“Sebagai anggota DPRD, saya sudah melakukan sosialisasi dan turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan kepada para petani agar menanam tanaman yang mampu menyerap air,” ujarnya.
Ia mengimbau para penggarap untuk memilih jenis tanaman yang ramah lingkungan, salah satunya tanaman pedaka maupun beragam jenis tanaman keras lainnya. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki nilai ekologis yang sangat besar bagi kelestarian kawasan.
Selain memberikan manfaat ekonomi dan penghasilan bagi masyarakat, tanaman keras dinilai memiliki fungsi vital lainnya, seperti menyerap cadangan air tanah, menahan tanah agar tidak longsor atau terkikis, serta melindungi lingkungan hutan dari risiko kerusakan yang lebih parah.
Warsiti menyampaikan kabar baik bahwa sebagian besar petani di kawasan hutan sosial Pati kini mulai sadar dan menerapkan pola tanam yang berbasis konservasi lingkungan.
“Alhamdulillah sudah ada petani yang menanam tanaman itu dan mereka benar-benar memahami pentingnya menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui masih ada sebagian petani yang belum menerapkan cara bertani yang ramah lingkungan. Kondisi ini diakibatkan karena tingkat pemahaman mereka yang masih rendah mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
“Kalaupun ada yang belum menanam, memang karena masih sulit diberikan pemahaman,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Komisi B DPRD Kabupaten Pati akan terus berkomitmen mendampingi para petani penggarap secara berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan agar keberadaan program hutan sosial benar-benar membawa dampak ganda: meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, namun tetap menjaga fungsi ekologis kawasan hutan agar tetap lestari.
Editor: fatwa
















