PATI – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan kerukunan di wilayah Kabupaten Pati. Menurutnya, suasana yang aman dan harmonis menjadi modal penting untuk mendukung percepatan pembangunan serta kemajuan daerah.
Muslihan menilai upaya menjaga kondusivitas tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat. Peran aktif masyarakat, termasuk generasi muda dan tokoh masyarakat, diperlukan untuk menciptakan lingkungan sosial yang tetap rukun di tengah keberagaman.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan refleksi kemerdekaan yang digelar di kediamannya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta masyarakat setempat.
Muslihan menyebut sinergi antarelemen masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Pati. Perbedaan latar belakang, menurutnya, semestinya menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
”Merdeka itu ketika kita mampu menjadikan perbedaan sebagai perekat, bukan pemisah. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita nyalakan demi kemajuan bersama, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Muslihan di sela-sela acara.
Ia berharap semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi bagian dari nilai-nilai kemerdekaan dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kondisi daerah yang kondusif, masyarakat dapat berperan lebih optimal dalam mendukung berbagai program pembangunan.
Selain itu, Muslihan mendorong generasi muda agar mengambil peran lebih besar dalam berbagai kegiatan positif di daerah. Kreativitas dan gagasan anak muda dinilai penting untuk melengkapi peran tokoh masyarakat dalam membangun Kabupaten Pati.
Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial harus terus diperkuat agar berbagai perbedaan dapat dikelola menjadi energi positif bagi pembangunan Pati.
Editor : Fatwa
















