PATI — Aksesibilitas antarwilayah di sektor selatan dan timur Kabupaten Pati dipastikan semakin mantap. Pemerintah Kabupaten Pati mengucurkan total pagu anggaran sebesar Rp9,38 miliar untuk mendanai paket konsolidasi rehabilitasi Jalan Winong – Jakenan serta ruas Tluwah – Sembaturagung yang membentang di tiga kecamatan sekaligus, yakni Winong, Jakenan, dan Juwana.
Kepastian mengenai rincian megaproyek pengubung antarkecamatan ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, pada Senin (14/9).
“Kami menyatukan proyek ini dalam satu paket konsolidasi besar. Bagian pertama adalah rehabilitasi Jalan Winong – Jakenan dengan pagu anggaran Rp4,29 miliar, yang dikerjakan satu paket dengan rehabilitasi Jalan Tluwah – Sembaturagung sebesar Rp800 juta. Jika ditotal secara keseluruhan dengan pekerjaan fisik penunjangnya, pagu anggarannya mencapai Rp5,09 mliar untuk sektor Tluwah,” paparnya.
Secara teknis, Hasto menguraikan bahwa penanganan pada ruas Winong – Jakenan berupa pelapisan ulang menggunakan aspal hotmix dengan panjang (P) 1.450 meter dan lebar (L) antara 4,5 hingga 6 meter. Tidak hanya aspal, DPUTR juga melakukan penguatan struktur tepi berupa pembuatan bahu jalan beton fc 25 dengan lebar 1 meter di sisi kiri dan 1 meter di sisi kanan, di sepanjang jalur sejauh 2,6 kilometer.
“Sementara untuk ruas Tluwah – Sembaturagung, penanganan difokuskan pada konstruksi beton sepanjang 270 meter dengan lebar jalan 5 meter,” imbuhnya.
Peningkatan struktur jalan dari aspal hotmix dan betonisasi di jalur lintas Winong-Jakenan-Juwana ini diproyeksikan mampu menahan beban kendaraan angkutan hasil bumi dan logistik yang kerap melintas. Langkah perkuatan bahu jalan beton di sisi kanan dan kiri juga diharapkan dapat mencegah pengikisan badan jalan akibat genangan air saat cuaca ekstrem.
Editor : Fatwa
















