PATI – Penanganan masalah kebersihan lingkungan di kawasan pedesaan menuntut peran serta lintas pihak. Selain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPRD Kabupaten Pati melalui Komisi C menyatakan kesiapannya untuk turut serta melakukan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan lingkungan bersih sangat bergantung pada keterlibatan langsung warga. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
“Selain mengajari dinasnya juga mengajari masyarakat. Karena itu penting perilaku masyarakat untuk bersama-sama bersih lingkungan,” paparnya.
Joni menjelaskan bahwa meskipun DLH Kabupaten Pati tetap memiliki tanggung jawab utama dalam menangani persoalan lingkungan, kinerja tersebut perlu diperkuat oleh dukungan masyarakat dan unsur pemerintahan lainnya.
Menurutnya, upaya penyuluhan kepada masyarakat tidak cukup hanya berupa imbauan semata. Pemerintah dan pihak berwenang disarankan untuk turun langsung ke lapangan dan memberikan contoh nyata agar warga benar-benar memahami cara menjaga lingkungan yang baik.
Sebagai salah satu contoh pendekatan yang efektif, Joni menyinggung gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang aktif terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi. Langkah serupa dinilai dapat dijadikan teladan dalam membangun kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan.
Di tingkat desa, salah satu langkah konkret yang bisa diterapkan adalah penyediaan fasilitas tempat sampah di berbagai titik strategis. Menurut Joni, upaya ini setidaknya dapat membiasakan warga membuang sampah pada tempatnya.
Ia berharap ketersediaan tempat sampah yang memadai di lingkungan desa mampu menekan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai maupun pinggiran jalan.
“Memang itu tugas dari DLH akan tetapi kita mencoba mengajari masyarakat juga bagaimana caranya bersih lingkungan,” katanya.
Editor : Fatwa
















