PATI – Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pati dinilai tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan saja, melainkan memerlukan dukungan dan kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta seluruh elemen masyarakat. Langkah pencegahan dan pemantauan ibu hamil perlu diperkuat secara menyeluruh.
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sriwahyuningati atau akrab disapa Bu Ning, menegaskan penanganan masalah ini harus dilakukan secara kolektif, melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, hingga lingkungan terdekat ibu hamil.
Edukasi dan pemantauan berkala menjadi kunci mendeteksi risiko kehamilan sejak dini. Ia juga mendorong bidan di desa dan lingkungan agar lebih proaktif memberikan bimbingan serta pantauan langsung ke lapangan.
“Peran keluarga, orang dekat dan bidan ini penting. Bidan memiliki peran penting, karena itu harus proaktif dalam hal edukasi dan pemantauan di lapangan,” paparnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, hingga Juli 2026 tercatat delapan kasus kematian ibu hamil. Angka ini memang lebih rendah dibandingkan total sepanjang tahun 2025, namun tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menjelaskan dalam lima tahun terakhir angka kematian ibu masih berfluktuasi: 21 kasus pada 2021, turun menjadi 13 kasus pada 2022, naik menjadi 18 kasus pada 2023, kembali turun ke 12 kasus pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 13 kasus pada 2025.
Luky menyebut sejumlah faktor masih menjadi penyebab utama, antara lain rendahnya kesadaran menjaga kesehatan kehamilan, pola makan yang kurang tepat, serta pemeriksaan kehamilan yang belum rutin dilakukan. Selain itu, pemantauan ibu hamil di lapangan belum optimal, sehingga risiko bahaya sering kali terlambat diketahui dan penanganan medis pun tertunda.
Oleh karena itu, penguatan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga, peningkatan frekuensi pemeriksaan kehamilan, serta pemantauan aktif oleh tenaga kesehatan di lapangan menjadi langkah prioritas untuk mencegah bertambahnya kasus kematian ibu dan bayi.
Editor : Fatwa
















