PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna yang digelar pada Jumat (18/9/2026). Salah satu sorotan utama dalam perubahan anggaran ini adalah adanya penambahan alokasi dana untuk sektor infrastruktur sebesar sekitar Rp61 miliar.
Rapat tersebut merupakan langkah lanjutan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sebelumnya menyampaikan nota keuangan Raperda Perubahan APBD 2026.
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa dana tambahan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dan pemeliharaan sejumlah ruas jalan yang memang sudah direncanakan dalam APBD murni tahun 2026.
“Ada penambahan infrastruktur sekitar Rp 61 miliar. Itu untuk meng-cover pembangunan jalan yang sudah direncanakan di APBD murni,” kata Ali.
Ia memaparkan, rencana pembangunan jalan tersebut semula dianggarkan menggunakan dana pinjaman dari bank daerah. Akan tetapi, realisasi pencairan pinjaman hanya sebesar Rp67 miliar dari usulan awal Rp90 miliar.
Selisih kekurangan tersebut akhirnya dipenuhi melalui penyesuaian dalam Perubahan APBD 2026, sehingga rencana perbaikan jalan yang telah disusun sejak awal tahun dapat tetap terlaksana.
Di saat yang sama, Ali Badrudin mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara lebih efektif dan efisien, menyusul adanya penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima daerah dari pemerintah pusat.
“Kita harus mengoptimalkan APBD secara efektif dan efisien karena memang ada pengurangan DAU dari pusat,” ujarnya.
Guna menjaga kemampuan fiskal daerah, DPRD mendorong Pemkab Pati untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai potensi pendapatan dinilai masih dapat digali, antara lain melalui pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), retribusi parkir, serta pajak reklame. Meski demikian, peningkatan pendapatan tersebut ditekankan tidak boleh justru memberatkan masyarakat.
“Optimalisasi PAD yang penting jangan membebani masyarakat Pati. Masih banyak sektor yang bisa dioptimalkan untuk pendapatan daerah,” tegasnya.
Ali menambahkan, penggalian sumber pendapatan dapat dilakukan dari berbagai sektor yang jika dihitung satu per satu nilainya mungkin tidak terlalu besar, namun jika dikelola secara konsisten dan terpadu akan memberikan kontribusi yang berarti bagi kas daerah.
“Sedikit-sedikit kita kumpulkan, nanti akan banyak,” pungkasnya.
Editor : Fatwa
















