PATI – Sikap terbuka dan berani meminta maaf yang ditunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendapat apresiasi dari kalangan wakil rakyat. Menyikapi insiden salah ucap sila kedua Pancasila yang sempat viral, Anggota DPRD Kabupaten Pati sekaligus Sekretaris DPC PKB Pati, Kastomo, menilai langkah tersebut menunjukkan karakter kepemimpinan yang ksatria.
Kastomo menegaskan masyarakat perlu merespons dengan kebijaksanaan dan tidak memperpanjang kegaduhan, terlebih lagi mengingat agenda kegiatan di bulan Agustus yang sangat padat bagi pimpinan daerah.
”Alhamdulillah, Pak Plt Chandra sudah memohon maaf kepada masyarakat Pati atas kesalahan dalam mengucapkan sila kedua tersebut,” ujar Kastomo.
Ia memandang deretan kegiatan peringatan Hari Jadi Pati dan HUT Kemerdekaan yang berjalan beriringan sungguh menguras stamina. Plt Bupati bahkan kerap menuntaskan tiga agenda dalam sehari, sehingga kelelahan fisik dan penurunan konsentrasi adalah hal yang wajar dipahami.
”Sebagai warga Pati yang berbudaya Jawa, harapannya masyarakat bisa memaafkan. Di bulan Agustus ini, selain Hari Jadi Pati juga ada HUT RI, kegiatannya sangat padat. Bapak Plt Bupati dalam sehari bisa menghadiri tiga kegiatan, sehingga saya sangat memaklumi kelelahan beliau,” jelasnya.
Kastomo mengimbau segenap elemen masyarakat menjauhi perundungan maupun komentar yang tidak perlu di media sosial. Ia mengajak mengedepankan nilai-nilai luhur budaya dan agama, yaitu rasa saling memaafkan demi menjaga kondusivitas daerah.
”Sebagai orang Jawa dan beragama, budaya kita adalah memaafkan. Harapannya ini tidak menjadi kegaduhan, mencibir, atau mem-bully Plt Bupati. Marilah kita tetap menjaga, menghormati, dan menjunjung tinggi kepala daerah kita agar beliau dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik serta merealisasikan program-program kemajuan bagi kesejahteraan masyarakat Pati,” tutup Kastomo.
Sementara itu, Plt Bupati Risma Ardhi Chandra dalam keterangannya mengakui kekhilafan tersebut terjadi karena kondisi fisik yang sedang tidak prima akibat padatnya jadwal. Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Pati maupun rakyat Indonesia.
”Saat itu kondisi badan saya memang kurang sehat dan sudah keluar keringat dingin. Namun karena ini tugas di tanggal 17 Agustus, saya berusaha tetap kuat. Fisik manusia ada batasnya, hingga akhirnya konsentrasi berkurang dan terjadi kekhilafan di luar prediksi,” ungkap Chandra, Selasa (17/8/2026) malam.
”Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Pati dan seluruh rakyat Indonesia. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk tetap fokus, menjaga kesehatan, dan kembali bersemangat mengawal pembangunan serta melayani masyarakat Kabupaten Pati,” tambahnya.
Editor : Fatwa
















