PATI – Kuota penerimaan peserta didik baru program Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pati hingga kini belum terisi secara keseluruhan. DPRD Kabupaten Pati menilai kondisi tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh minimnya penyebaran informasi atau sosialisasi kepada masyarakat, terutama keluarga kurang mampu yang justru menjadi sasaran utama program ini.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait guna mengetahui akar permasalahan sekaligus merumuskan solusi agar kuota dapat terpenuhi. Salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah jangkauan sosialisasi yang dinilai belum menyeluruh ke seluruh lapisan masyarakat.
“Kami akan tanya dinas terkait dan kami akan cari solusi karena mungkin kurang informasi sampai ke bawah. Belum tentu orang yang tidak punya media sosial mendapatkan informasi,” ujarnya.
Teguh menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif penting pemerintah pusat sehingga harus disosialisasikan secara masif hingga ke tingkat desa. Peran aktif kepala desa, camat, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama dinilai sangat diperlukan agar informasi dapat tersampaikan secara merata kepada warga.
“Harus ada sosialisasi sampai ke bawah. Ini membutuhkan peran kepala desa, camat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” katanya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, Komisi D juga akan meminta penjelasan resmi dari Dinas Sosial mengenai penyebab rendahnya minat pendaftaran di jenjang SD, termasuk kemungkinan adanya kendala lain yang belum teridentifikasi.
“Kami akan berkomunikasi dengan Dinas Sosial terkait hal ini agar kuota yang tersedia dapat terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, Teguh menekankan agar penyaluran manfaat program Sekolah Rakyat berjalan tepat sasaran, yaitu diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sesuai tujuan program yang telah ditetapkan.
“Kami sudah memantau dan menerima laporan dari dinas terkait bahwa penerima program benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu. Kalau yang mampu justru masuk ke situ tentu menjadi hal yang tidak tepat,” tegasnya.
Berdasarkan data yang diterima, kuota Sekolah Rakyat jenjang SD di Kabupaten Pati berjumlah 90 siswa. Namun hingga saat ini baru terisi sebanyak 32 siswa. Sementara itu, kuota untuk jenjang SMP dan SMA yang masing-masing berjumlah 90 siswa telah terpenuhi sepenuhnya.
Editor : Fatwa
















