PATI – MAN 1 Pati menyelenggarakan Seminar Nasional sekaligus Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026 pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak.”
Acara menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah Faisa Mukti Septyani, serta Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti.
Kepala MAN 1 Pati, Moh. Kodri, menegaskan bahwa seluruh program yang disusun pihak madrasah memiliki tujuan utama melindungi dan menyelamatkan peserta didik lewat langkah-langkah yang nyata.
“Semua kegiatan yang ada di madrasah ini mau direalisasikan untuk menyelamatkan anak-anak. Ini sudah kita upayakan dengan memberikan bimbingan teknis kepada teman-teman guru, edukasi kepada anak-anak, dan terus menambah pembenahan sarana prasarana agar betul-betul kegiatan ramah anak ini bisa direalisasikan,” ungkap Kodri.
Ia melanjutkan, melalui pemaparan para narasumber, pihak sekolah berharap terbentuk lingkungan yang memberi ruang bagi siswa untuk bereksplorasi dan berekspresi dengan leluasa, sekaligus mempererat hubungan kerja sama yang harmonis antara pendidik dan peserta didik.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pati Suwito memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen yang ditunjukkan MAN 1 Pati dalam mewujudkan madrasah ramah anak. Menurutnya, langkah ini sangat penting dilakukan di tengah munculnya persepsi negatif akibat sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk di madrasah.
“Tidak hanya madrasah, semua lembaga pendidikan harus komitmen menjadi tempat yang ramah anak. Ini adalah upaya melindungi dan menyelamatkan anak,” paparnya.
Editor : Fatwa
















